foto: tribunnews

foto: tribunnews

Jakarta, LiputanIslam.com — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengklaim, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto secara resmi meminta berkoalisi untuk mengikuti Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 9 Juli 2014.

Sekretaris Jenderal PKS Taufik Ridho mengungkapkan, permintaan tersebut disampaikan Prabowo melalui surat permohonan koalisi yang sudah diterima pihaknya.

“Perlu disampaikan, Prabowo telah menulis surat permohonan koalisi. Sudah saya bacakan di majelis syuro untuk ajak PKS berkoalisi. Surat Prabowo tertanggal 25 April 2014, diterima saat itu juga,” kata Taufik Ridho, di Kantor DPP PKS, Minggu (27/4/2014).

Taufik mengakui, visi dan misi PKS dengan Partai Gerindra memiliki sejumlah kesamaan. Namun, PKS tidak akan gegabah dan terburu-buru memutuskan untuk berkoalisi dengan partai tersebut.

Pasalnya, kata dia, PKS akan menunggu hasil pembahasan Majelis Syuro terkait skema dan targer partai koalisi.

Selain Prabowo, kata Taufik, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie juga mengajak PKS berkoalisi. Namun, ajakan itu tidak menggunakan surat permohonan.

“Ical dua kali ketemu dengan Pak Anis (Matta; Presiden PKS).  Ical sudah melakukan secara lisan mengajak koalisi, secara administrasi akan menyusul,” ujarnya.

Taufik juga menjelaskan, Matta sudah bertemu dengan Ketua Umum Hanura Wiranto. Sedangkan Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin, sudah bertemu dengan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie.

Ia menegaskan, PKS tidak menutup kemungkinan berkoalisi dengan partai lain termasuk Partai Demokrat. “Tidak bisa kita tutup (dengan Demokrat). Tergantung waktu SBY,” katanya. (fa/tribunnews.com)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*