Foto: tribunnews

Foto: tribunnews

Jakarta, LiputanIslam.com — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) meminta “Raja Dangdut” Rhoma Irama untuk bersikap realistis. Hal ini menyusul batalnya Rhoma maju sebagai bakal calon presiden dari PKB. Demikian disampaikan Ketua DPP PKB Marwan Jafar saat dihubungi, Minggu (27/4/2014).

“Lebih baik Rhoma Irama saat ini bersikap realistis dan jangan terbawa arus isu yang aneh-aneh,” ujar Marwan.

Menurut Marwan, Rhoma bukanlah faktor utama yang mendongkrak suara PKB hingga mencapai lima besar dalam pemilu legislatif berdasarkan hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei. Marwan menyebutkan, setidaknya ada tiga faktor utama pendongkrak suara partainya.

“Yang pertama adalah NU effect, mesin partai yang berjalan dengan disiplin dan aktif, terakhir adalah faktor Ketua Umum Cak Imin (Muhaimin Iskandar) yang bisa mengorganisasikan semuanya hingga bisa mengangkat PKB,” kata anggota Komisi V DPR.

Dia berharap agar semua pendukung Rhoma tidak terlalu mempersoalkan batalnya PKB mengusung Rhoma jadi capres. Sejak awal, PKB sudah menyatakan Rhoma akan diajukan sebagai capres jika lolos presidential treshold.

“Hasilnya kan ternyata enggak sampai dan kami harus koalisi. Jadi kami tidak mengusung calon presiden,” ujarnya.

Sebelumnya, Rhoma Irama melalui pendukungnya yang tergabung dalam Riforri (Rhoma Irama For Republik Indonesia) mengancam menarik dukungan dari Partai Kebangkitan Bangsa. Riforri menyampaikan tiga poin yang harus dipenuhi PKB agar Rhoma tidak menarik dukungannya. Pertama, Rhoma akan menarik dukungan bila PKB tidak konsekuen dengan kesepakatan yang telah disepakati bersama untuk mencapreskan Haji Rhoma Irama, pada 2014.

Rhoma juga minta dilibatkan dalam menjalin koalisi dengan partai mana pun. Jika tidak, maka penyanyi dangdut ini tetap akan mencabut dukungan kepada PKB. Rhoma juga menyatakan akan berjuang untuk umat Islam dan negara Republik Indonesia yang berdasar Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Dalam kesempatan itu, Rhoma berhalangan hadir pada jumpa pers tersebut. Tim sukses menyatakan akan menunggu ketegasan PKB dalam waktu 2 minggu. Jika nama Rhoma tidak terdaftar sebagai Capres dari PKB tanpa diskusi sebelumnya, maka Rhoma akan menarik dukungannya.

Roma Sampaikan Salam untuk Jokowi

Seperti laporan Tribunnews, Rhoma Irama dikabarkan telah menyampaikan salam kepada bakal calon presiden Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Joko Widodo. Hal itu terkait absennya Jokowi dalam seminar ‘Mencari Presiden Dambaan Rakyat’.

Jokowi yang dijadwalkan hadir digantikan oleh Anggota Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi, Eva Kusuma Sundari. “Salam saya buat pak Jokowi,” kata Rhoma di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Senin (28/4/2014).

Rhoma menuturkan, salam yang ia sampaikan untuk Jokowi merupakan hal yang wajar. Menurutnya, itu untuk menjalin silaturahmi dan tentu tetap menjalin komunikasi satu sama lain. (fa/kompas.com/tribunnews.com)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*