Prabowo JokowiJakarta, LiputanIslam.com— Saling tantang adu mengaji antara kubu Jokowi-JK dan Prabowo Hatta terus berlanjut. Bermula dari status keislaman Jokowi yang dipertanyakan oleh berbagai kelompok penggemar isu SARA, JK pun kesal. Lantas, JK menantang agar diadakan lomba mengaji antara Jokowi dan Prabowo.

Menanggapi tantangan JK, pihak Prabowo- Hatta tidak mau kalah. Amien Rais, sepakat perlu diadakan uji mengaji bagi pasangan capres-cawapres. Dengan demikian, akan bisa dilihat siapa yang lebih fasih mengaji al-Quran.

Namun, Amien Rais tak sepakat jika Prabowo Subianto yang terlebih dahulu diuji mengajinya. Dia menyarankan agar Hatta terlebih dahulu ‘bertanding’ mengaji melawan JK.

“Dimulai dulu antara JK dengan Hatta. Ya jadi lebih fasih mana antara Hatta dengan JK baca al-Quran dan pengetahuan Bahasa Arab? Itu dulu baru presiden,” kata Amien Rais di Rumah Polonia Jakarta Timur, kepada Merdekacom, Rabu (28/5/2014). Jika lomba mengaji ini benar-benar akan terlaksana, lantas, siapakah yang menjadi jurinya?

Amien Rais mengusulkan agar jurinya nanti dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).”Kalau Hatta berlomba MTQ dengan JK itu diambil juri dari MUI,” ujarnya.

Alhasil, saling tantang kedua tokoh ini menjadi topik panas di jejaring sosial. Banyak yang mengecam dan yang mendukung. Namun, ada juga yang bersikap bijak dan tidak terpancing.

“Menurut saya daripada lomba ngaji, lebih baik lomba shalat saja. Siapa yang lebih dahulu selesai, maka dialah pemenangnya,” kicau akun @mangali.

Dengan adanya wacana lomba mengaji seperti ini, maka apa yang sesungguhnya kita hadapi tanggal 9 Juli mendatang? Pemilihan Presiden, atau Pemilihan Qari terbaik? (fa/LiputanIslam.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL