Pilpres di AustraliaSydney, LiputanIslam.com – Antusiasme warga negara Indonesia yang menetap di luar negeri dalam mengikuti Pilpres 2014 meningkat tajam, tercermin dari membludaknya partisipasi warga yang berdatangan ke tempat pemungutan suara.

Di Sydney, Melbourne, dan Adelaide, Pilpres  berlangsung hari Sabtu (5/7) sementara di Perth dilakukan hari Minggu (6/7). Di pemilihan legislatif lalu di Australia hanya sekitar 25 persen pemilih yang memberikan suara, sekarang tingkat partisipasi itu naik menjadi 50 persen.

Di Sydney, menurut sekretaris PPLN New South Wales, Akbar Makarti, WNI yang memberikan suara hari Sabtu tercatat 10 ribu orang dari jumlah terdaftar 22 ribu pemilih.

“Dalam hitungan kita ini sekitar 45 persen, naik tajam dari sebelumnya. Ini masih belum termasuk yang mengirimkan surat suara lewat pos.” kata Akbar Makarti, seperti dilansir Radio Australia.

Antrian memanjang di Sydney terutama di TPS yang dibuka di pusat kota. Seorang pemilih yang menyaksikan antrian menggambarkan kejadian pencoblosan tersebut sebagai “antrian seperti ketika orang hendak membeli Iphone terbaru.”

Suasana serupa juga terjadi di Kuala Lumpur.  Menurut Wahyu Susilo,  dari kelompok pegiat advokasi TKI yang memantau pelaksanaan pemungutan suara, ia mengungkapkan adanya peningkatan tajam pemilih.

“Di Kuala Lumpur, di pileg kemarin hanya 1.700 orang yang memilih, sekarang tercatat yang memberikan suara 8.968 orang.” kata Wahyu Susilo. Malaysia merupakan negara yang memiliki jumlah pemilih terbanyak sekitar 1 juta orang.

Lalu di Singapura, sejak Minggu pagi hingga siang tampak WNI berbondong-bondong mendatangi kedutaan Besar RI di Chatsworth Road yang menyebabkan jalan raya dilingkungan kedutaan asing di Singapura itu macet.

“Sangat ramai warga yang datang. Antusias mereka luar biasa,” ujar Duta Besar Indonesia di Singapura Andri Hadi, seperti dikabarkan Antara, 6 Juli 2014.

Menurutnya, jumlah pemilih yang hadir dalam pemilihan presiden diluar dugaannya karena massa yang datang tidak seperti saat pemilihan legislatif 9 April lalu.

“Sangat jauh tinggi angka kedatangan WNI untuk dibandingkan Pileg lalu. Meningkat partisipasi masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan, meningkatnya angka partisipasi warga untuk memilih capres disebabkan juga karena adanya kemudahan. Jika nama yang bersangkutan tidak terdaftar di daftar pemilih tetap, dan tidak mendapatkan undangan, ia tetap dapat mempergunakan hak pilihnya dengan paspor.

Menurutnya, sebanyak 108 ribu orang WNI di Singapura yang memiliki hak pilih. Dalam Pilpres ini diperkirakan 30-40 persen dari WNI yang punya hak pilih akan ikut mencoblos di KBR,  dan sebanyak 17.000 orang  memilih melalui pos. (ba)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL