Golkar pecahJakarta, LiputanIslam.com  — Perpecahan Partai Golkar (PG) memasuki jilid 2 setelah muncul dua pernyataan yang berbeda dari dua petinggi PG. Waketum Agung Laksono setuju PG berubah haluan koalisi,  namun Ketua Dewan Pertimbangan Akbar Tandjung menolak. Mengapa?

“Itu tidak mungkin. Melakukan perubahan itu nggak mungkin karena sudah menjadi produk Rapimnas lalu,” kata Akbar usai buka puasa bersama di kediamannya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat, 11 Juli 2014.

Akbar mengatakan dukungan Golkar ke Prabowo-Hatta adalah hasil keputusan Rapimnas. Maka, jika ingin diubah, harus dilalui melalui mekanisme Rapimnas pula. Namun dia menilai Golkar tak perlu mengubah arah dukungan.

“Dari sisi organisasi, itu yang dianggap menyimpang dari keputusan Rapimnas. Justru itu dianggap bertentangan dan salah,” ujar Akbar.

Akbar meyakini Prabowo-Hatta yang jadi pemenang Pilpres 2014. Ia mengaku mengantongi data yang mencatatkan kemenangan Prabowo-Hatta.

Agung Laksono: Arah Dukungan PG Bisa Berubah

Agung Laksono mengatakan arah dukungan partainya bisa berubah haluan mendukung Jokowi-JK.

“Itu memang bisa berubah karena kemungkinan dalam politik, ya bisa,” kata Agung.

Agung menyebutkan bahwa Golkar selalu membantu pemerintah dan tak ada sejarah jadi oposisi. Jika Jokowi-JK dinyatakan sebagai pemenang Pilpres 2014 oleh KPU, Golkar akan memberikan dukungannya.

“PG salah satu program pokoknya ya membantu pemerintah. Kan sekarang belum tahu pemerintahnya siapa. Kalau Jokowi yang menang, ya Jokowi yang kita dukung. Saya kira begitu,” ujarnya.

Bukan hanya siap mengubah haluan mendukung Jokowi-JK jika pasangan ini terpilih sebagai presiden dan wakil presiden, Agung juga siap untuk maju sebagai kandidat Ketua Umum Golkar menggantikan Abu Rizal Bakrie. Agung mengaku mendapatkan dukungan penuh dari ormas yang dipimpinnya yakni Kosgoro.

“Karena memang ormas yang saya pimpin mendorong saya. Iya (maju),” ujar Agung di Kantor Presiden, seperti dilansir Merdeka.

Perpecahan dalam tubuh PG berawal dari dukungan partai kuning ini kepada capres cawapres Prabowo-Hatta sesuai keputusan Rapimnas. Hanya saja, kader muda PG membelot dari keputusan partai dan memilih mendukung Jokowi-JK. Akibatnya, beberapa kader PG dipecat. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL