mahfud-md_2

Sumber foto: www.sindotrijaya.com

Jakarta, LiputanIslam.com — Keinginan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin untuk menjadi calon wakil presiden dinilai banyak kalangan tidak pas. Cak Imin, yang partainya merebut suara cukup tinggi di Pileg, disarankan sebaiknya memajukan cawapres dari tokoh yang populer.

Dua tokoh nasional yang belakangan disebut-sebut pantas “dijual” PKB untuk disodorkan ke partai koalisinya yaitu Jusuf Kalla dan Mahfud Md. Lantas siapa yang sebenarnya memiliki nilai jual lebih tinggi, JK atau Mahfud?

Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Gun Gun Heryanto, menilai kedua tokoh tersebut mempunyai kelebihan masing-masing untuk dimajukan sebagai cawapres. Namun karena pilihannya hanya satu, Gun Gun cenderung lebih memilih sosok Mahfud karena dianggap lebih menjual ketimbang JK.

Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute (Policy) ini melihat dari sejumlah pertimbangan. Mahfud dinilai lebih cocok untuk mendampingi Capres dari Partai Gerindra Prabowo Subianto karena memiliki pengalaman di eksekutif, legislatif, dan yudikatif. “Kalau Pak JK pengamalan di eksekutif dan legislatif,” ujar Gun Gun ketika berbincang dengan detikcom, Kamis (17/4/2014).

Sosok Mahfud, lanjut Gun Gun, juga berlatar akademisi selain sebagai birokrat. Adapun JK berlatar pengusaha. “Pak Mahfud menguasai soal hukum, ini bisa untuk mendampingi Prabowo,” kata peneliti di Pusat Pengkajian Komunikasi dan Media (P2KM) ini.

Gun Gun juga mencermati meski kedua tokoh tersebut sama-sama dekat dengan kalangan santri, namun Mahfud dari segi kekinian lebih menjual dari pada JK. “PDIP memajukan Jokowi sebagai capres ada unsur fresh-nya, dari kalangan muda. Nah untuk menyaingi itu kalau dilihat dari faktor usia, maka pilihannya ke Mahfud,” tuturnya.

Meski soal umur tidak menjadi pertimbangan yang serius, namun Gun Gun tak menampik bahwa sebaiknya orang yang menjadi cawapres bukan lah orang yang pernah menduduki jabatan tersebut. “Ya jangan lu lagi lu lagi,” ucap Gun Gun seraya sedikit tertawa.

Gun Gun mengakui untuk memilih siapa di antara keduanya yang terbaik memang tidak mudah. “Skornya tipis kalau mau membandingkan, selisihnya cuma nol koma antara Pak JK dengan Pak Mahfud,” tambah dia.

Serupa dengan Gun Gun, pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro juga lebih memilih Mahfud Md ketimbang JK. Menurut Siti sebaiknya Cak Imin memajukan Mahfud sebagai cawapres yang akan disandingkan ke partai politik lain koalisinya.

Bagi Siti, elektabilitas dan popularitas JK yang dari sejumlah lembaga survei lebih tinggi dibandingkan Mahfud bukan jaminan bahwa JK dapat mendongkrak kemenangan di Pilpres.

“JK dan Mahfud sama-sama bagus, tapi sebaiknya ada regenerasi yaitu dengan memilih Mahfud. Mahfud juga lebih dekat dengan massa NU,” tutur Siti kepada detikcom, Kamis (17/4/2014), seraya mengingatkan bahwa sebaiknya cawapres mendatang jangan yang sudah pernah menjabat. (ba/detik.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*