Foto: Metrotv

Foto: Metrotv

Jakarta, LiputanIslam.com — Tim pemenangan Jokowi menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) dinilai tidak harmonis. Puan Maharani disebut tidak optimal dalam mendukung pencapresan Jokowi.

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Andi Syafrani, menilai kurang optimalnya dukungan kubu Puan kepada Jokowi lantaran Jusuf Kalla yang terpilih menjadi calon wakil presiden.

“Sinyal kubu Puan tak begitu mendukung Jokowi, sudah dimulai terasa sejak terpilihnya Jusuf sebagai cawapres,” ujar Andi, Rabu (18/6/2014) seperti dilansir Tribunnews.

Andi menjelaskan, Hal itu disebabkan lantaran kubu pendukung Puan Maharani mendorong Puan Maharani maju sebagai calon wakil presiden dampingi Jokowi, bukan Jusuf Kalla.

“Tentu ini bukan situasi tepat, ketika kesolidan yang diperlukan, tapi ada kelompok yang setengah hati mendukung. Padahal pertarungan hanya bisa dimenangkan dengan cara maksimal. Seluruh daya harus dikerahkan. Soliditas adalah kunci awal. Maka pilihannya hanya soliditas tim dan gerakan jika memang ingin menang,” ucap Andi.

Karena itu, Andi menilai yang bisa menengahi adanya kubu-kubu di dalam internal Partai ini hanyalah Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

“Megalah yang harus menyingkirkan duri dalam daging tersebut. Pastinya dorongan gerbong pendukung tidak akan bisa kuat dan cepat jika gerbong utamanya lemah,” ucap Andi.

Sebelum pasangan Jokowi-JK  resmi diumumkan, Puan memang dikabarkan ingin menjadi cawapres Jokowi. Namun hal ini tidak mungkin terlaksana lantaran suara PDIP tak tembus 25% dan tak mungkin mengusung capres-cawapres sendiri. (ba/LiputanIslam.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL