amin rais

Sumber foto: Detik.com

Jakarta,LiputanIslam.com  — Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Azwar Abu Bakar mengatakan penggabungan partai poros tengah sangat memungkinkan dan perlu dilakukan, berdasarkan upaya pemecahan bersama atas masalah besar bangsa.

“Persatuan partai Islam itu selalu realisits dan diperlukan. Caranya berdasar pada masalah bersama,” kata Azwar Abu Bakar dijumpai dalam pertemuan tokoh dan pimpinan Partai Islam di Cikini, Jakarta, Kamis malam.

Menurut Azwar, penggabungan partai Islam ini dapat pula berujung pada pencalonan capres sendiri dari partai Islam. Namun hal itu menurut dia, harus dilakukan bertahap dengan terlebih dulu menyatukan visi dan misi antarpartai Islam.

Pertemuan tokoh dan pimpinan Partai Islam di Cikini itu, menurut Ketua Koalisi Politik Islam Bachtiar Nasir bertujuan menggabungkan seluruh partai Islam dalam koalisi besar.

Hingga saat ini sejumlah tokoh yang sudah hadir antara lain politisi PAN Azwar Abu Bakar, Ketua Majelis Pertimbangan PAN Amien Rais, Presiden PKS Anis Matta, politisi PKS Hidayat Nur Wahid, politisi PKS Fahri Hamzah serta Bendahara Umum PKB Bahruddin Anshori.

Sementara itu Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mengatakan partai Islam sepakat mengambil peluang berkoalisi dengan terlebih dulu bersama-sama membicarakan hal tersebut ditataran internal masing-masing.

“Jadi saya dengar sendiri tadi teman-teman parpol Islam, ada PKB, PKS, PAN, PBB, PPP, ulama NU, dewan dakwah dan MUI, mau bekerja sama berkoalisi, namun akan dibicarakan di internal dulu,” kata Amien Rais, seusai menghadiri pertemuan tokoh ormas dan pemimpin partai Islam di Cikini, Jakarta, Kamis malam.

Menurut Amien Rais, dalam pertemuan tersebut seluruh pimpinan partai Islam bertukar pikiran dan informasi mengenai peluang koalisi.

Meskipun demikian, kata Amien, dirinya mengusulkan koalisi itu diistilahkan Koalisi Indonesia Raya, dengan tidak terpaku pada gabungan poros tengah belaka, tetapi juga menarik kekuatan partai nasionalis.

“Seperti yang saya katakan, tidak mungkin tanpa kekuatan lain. Kekuatan lain itu adalah partai nasionalis, dan ini yang masih tanda tanya,” papar Amien.

Amien menekankan dalam pertemuan tersebut, belum ada kesepakatan atas tokoh yang akan diusung menjadi capres maupun cawapres. Pertemuan itu, kata Amien, masih akan berlanjut secara bertahap.

Sementara itu, Presiden PKS Anis Matta mengatakan pertemuan itu baru sebatas menyamakan persepsi partai-partai dan tokoh Islam. Anis mengatakan akan membawa hasil pertemuan itu kepada Majelis Syuro PKS untuk diambil keputusan.

“Pemilu kan jadwalnya jelas, santai saja,” kata Anis Matta seusai pertemuan itu.

Anis mengungkapkan target yang ingin dicapai dalam pertemuan itu adalah memikirkan kemungkinan partai Islam mempunyai capres sendiri.

Selain itu menurut dia, pada prinsipnya partai Islam sejak reformasi tidak pernah pisah, dan selalu ada di koalisi pemerintahan. Sehingga pertemuan itu ingin memastikan partai Islam tetap berada di pemerintahan ke depan.

“Partai Islam selalu di koalisi sejak poros tengah dicetuskan sampai sekarang. Jadi yang dicari sekarang ini adalah format koalisi baru yang memungkinkan partai Islam seluruhnya insya Allah tetap akan ada di pemerintahan,” kata Anis Matta. (ba/antaranews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL