Kompas.com

Kompas.com

Jakarta, LiputanIslam.com — Arah koalisi Partai Demokrat belum terbaca sampai saat ini. Beberapa kemungkinan pun mengemuka, berdasarkan catatan dinamika politik dalam sepuluh tahun terakhir.

Pengamat politik Universitas Gadjah Mada, Arie Sudjito, mengatakan, Partai Demokrat dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan akan sangat kecil kemungkinannya untuk berkoalisi. “Sejauh ini, PDI-P tidak memiliki kepentingan dengan Demokrat,” ujar dia saat dihubungi, Selasa (29/4/2014).

Terlebih lagi, kata Arie, ada persoalan terkait sejarah lama antara Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri. Menurut dia, faktor tersebut berpengaruh besar pada kemungkinan koalisi kedua partai, ditambah tak ada komunikasi intensif di antara Partai Demokrat dan PDI-P.

“Demokrat ini nggak ada beban, mau berkuasa atau berkoalisi. Kalau berkoalisi, pasti dia akan berkoalisi dengan PAN,” duga Arie. Menurut dia, komposisi Partai Demokrat dan PAN akan menentukan arah poros koalisi ke depan, sekalipun kedua partai sekarang masuk kategori papan tengah berdasarkan perkiraan perolehan suara ataupun kursi DPR dari Pemilu Legislatif 2014. Arie pun memperkirakan, ada kemungkinan Partai Demokrat akan memunculkan poros baru koalisi.

“Untuk menciptakan perubahan formasi (politik),” kata dia. Menurut Arie, Partai Gerindra juga kecil kemungkinan bisa berkoalisi dengan Partai Demokrat. “Selama berkuasa, Demokrat bermusuhan dengan Gerindra. Aneh kalo mereka berkoalisi,” sebut dia.

Sebelumnya, sesama pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada, Kuskrido “Dodi” Ambardi, juga memprediksi, kecil kemungkinan bahwa Partai Demokrat akan memilih koalisi dengan PDI-P. Menilik sejarahnya, ujar dia, kedua partai ini tidak pernah “mesra”. Alasannya pun merujuk pada hubungan antara SBY dan Megawati sejak 2004.

“Demokrat papan tengah, tetapi tidak bawa simbol komunitas Islam. Dugaan saya, ke Golkar lebih dekat,” kata Dodi kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu. Menurut dia, Partai Demokrat dan Partai Golkar tak memiliki problem di tingkat elite partainya. Secara visi, kata Dodi, keduanya pun sama-sama nasionalis. (fa/kompas.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*