pemiluJakarta, LiputanIslam.com — Hari ini, Mahkamah Konstitusi memutuskan Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2014 berlangsung satu putaran. Pasangan capres cawapres dengan suara terbanyak, akan langsung ditetapkan menjadi prsiden dan wakil presiden.

“Mengabulkan untuk seluruhnya Pasal 159 ayat (1) bertentangan sepanjang tidak dimaknai dan tidak berlaku untuk hanya terdiri dua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden,” kata Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zoelva saat membacakan amar putusan di gedung MK, Kamis, 3 Juli 2014 seperti dilansir Tribunnewscom.

MK membatalkan adanya penafsiran perolehan suara sebanyak 20 persen di setengah provinsi yang ada di Indonesia untuk menentukan pemenang pemilu presiden. Artinya, penetapan pemenang pemilu presiden hanya ditentukan berdasarkan perolehan suara terbanyak.

Dalam pendapat MK yang dibacakan hakim konsitusi Muhammad Alim, sebaran suara sebanyak 20 persen di setengah provinsi di Indonesia dalam Pasal 159 itu berlaku jika ada lebih dari dua pasangan calon presiden dan wakil presiden. Namun, jika hanya ada dua pasangan, tidak perlu pemilu dua putaran.

Pilpres yang berlangsung satu putaran bisa menghemat anggaran negara hingga 3,2 triliun. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi.

“Lebih efisien kalau satu putaran. Bisa hemat Rp 3,2 Triliun,” ujar Gamawan. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL