Foto: Detik

Foto: Detik

Jakarta, LiputanIslam.com — Berupaya kembangkan sektor pertanian, Jokowi janji bangun hingga 25 bendungan. Hal itu ia ungkapkan saat melakukan dialog dengan KADIN, Jum’at malam 20 Juni 2014. Menurut Jokowi, bendungan ini yang harus pertama kali digarap karena lahan pertanian pastinya butuh air. Bagaimana tanggapan kalangan sarjana pertanian?

Ketua Umum Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PSPI) Arif Satria berpendapat, sulit bagi Jokowi untuk membangun 25 bendungan baru di Indonesia. Menurut hitung-hitungannya, bila Jokowi menjadi presiden dan menuntaskan masa jabatannya, Jokowi hanya bisa membangun 6 bendungan baru.

“Pak Jokowi janjikan 25 bendungan baru. Kalau terpilih presiden, Pembangunan waduk baru bisa dirancang tahun tahun 2015. Kalau begitu 25 dibagi 4 tahun (sisa masa jabatan), setahun 6 waduk rata-rata,” kata Arif saat berdiskusi dengan media di sebuah rumah makan kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (21/06/2014) seperti dilansir Detikcom.

Hal lain yang harus diperhatikan Jokowi adalah proses dan lamanya pembangunan bendungan. Menurut Arief,  satu bendungan butuh waktu rata-rata 3 tahun.

“Satu waduk ini tidak mungkin satu tahun selesai. Untuk membangun satu waduk baru butuh waktu rata-rata tiga tahun.

Kemudian faktor lainnya juga menjadi dipertimbangkan seperti sulitnya pembebasan lahan dan minimnya anggaran terutama bagi proyek infrastruktur.

“Anggaran tahun ini (2014) kan sudah ada ditetapkan. Anggarannya untuk pembangunan bendungan ini apakah cukup belum. Kalau belum tahun 2016 maksimal proyek pembangunan baru dimulai. Sehingga capres hanya punya waktu 3 tahun. Jadi ini satu hal yang kita cermati bersama,” jelasnya.

Dengan berbagai faktor yang menjadi batu sandungan dalam pembangunan bendungan diatas, apakah janji capres no urut 2 ini realistis? (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL