megawati

foto: Antaranews

Jakarta, LiputanIslam.com–Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, tidak berencana mengadukan kasus transkrip percakapan yang disebut-sebut sebagai percakapan antara dirinya dengan Jaksa Agung, Basrief Arief. Hal ini disampaikan politisi PDIP, Evita Nursanty.

“Saya rasa itu sudah jelas, sudah dibantah langsung oleh pihak-pihak terkait. Kalau bu Mega merasa enggak perlulah (menanggapi). Ya ngapain statement picisan begitu mau direspons sama bu Mega. Enggak levelnya bu Mega lah untuk merespons gosip kampanye picisan seperti itu,” kata Evita, Sabtu (21/6/2014), sebagaimana dikutip Detik.com.

Menurutnya, transkrip tersebut adalah kampanye hitam untuk menyerang capres Jokowi.

“Ini bukan sekedar kampanye hitam lagi tapi bisa dibilang fitnah yang memang kadang-kadang ini adalah bentuk kepanikan lawan sehingga menghalalkan segala cara yang ada,” tambahnya.

Sebelumnya, Jaksa Agung Basrief Arief telah melaporkan sebuah media online yang telah menyebarkan sebuah transkrip yang disebut sebagai percakapan antara dirinya dengan Megawati, kepada Kapolri, Jenderal Sutarman.

“Saya melaporkan inilah.com dan surat transkrip yang dilaporkan Faizal Assegaf,” kata Basrief dalam konferensi pers yang digelar di Kejaksaan Agung (Kejagung), Kamis (19/6/2014).

Menurutnya, pemberitaaan yang disebar oleh media online beserta surat yang dilaporkan oleh Faizal Assegaf itu adalah sebuah fitnah.

“Untuk berita ini, adalah tidak benar. Ini merupakan fitnah,” kata Basrief.

Basrief menambahkan, sudah mendapatkan tiga kali serangan yang diedarkan melalui surat.

Serangan pertama, adalah tersebarnya surat tertanggal 14 Mei 2014 merujuk pada panggilan kejaksaan tanggal 12 Mei 2014 terkait penundaan pemeriksaan kepada Gubernur DKI, Joko Widodo atas kasus dugaan korupsi pengadaan Bus Transjakarta. Surat kedua, berisi instruksi yang dikeluarkan Jaksa Agung kepada penyidik untuk menunda panggilan terhadap Jokowi. Basrief membantah keabsahan surat yang beredar di media sosial tersebut.

“Untuk kesatu dan kedua sudah saya laporkan ke Kapolri. Yang ketiga, secara formal saya laporkan kepada Kapolri, tertanggal 19 juni 2014 dengan No LP: B108/A/L.1/06/2014. Saya harapkan, berita online yang disampaikan diusut sesuai ketentuan yang berlaku,” tandasnya.

Media online inilah.com adalah media tempat bekerja Darmawan Sepriyossa, jurnalis yang juga menjadi redaktur Tabloid Obor. Tabloid yang berisi kampanye hitam terhadap Jokowi dengan menggunakan isu SARA tersebut juga telah dilaporkan tim advokasi Jokowi-JK ke polisi.(dw)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL