Kader golkar desak MunasJakarta, LiputanIslam.com – Posisi Ketua Umum Partai yang menggiurkan, membuat wacana Musyawarah Nasional (Munas) Golkar terus bergulir. Dan saat ini, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Agung Laksono, telah menunjuk politisi senior Golkar Fahmi Idris sebagai ketua tim sukses pemenangan, untuk merebut jabatan pucuk pimpinan partai dari tangan Aburizal Bakrie.

Fahmi Idris, mantan Menteri Perindustrian mengakui bahwa menjadi ketua tim sukses Agung Laksono. “Iya saya menerima. Ada beberapa pertimbangan saya setuju dengan Pak Agung,” kata Fahmi, seperti dilansir Tribunnews, 8 Agustus 2014.

Ide-ide Agung Laksono diantaranya adalah membuka ruang cukup besar bagi generasi muda Partai Golkar, dan melakukan revitalisasi kaderisasi. Sebab hampir seluruh parai politik terlihat gagal dalam proses kaderisasi. “Pengurus akan melakukan revitalisasi proses kaderisasi seperti saat Ketua Umum Sudharmono,” ujarnya.

Lalu, kapan Munas Golkar akan digelar?

Fahmi Idris yakin Munas akan digelar pada 2014, meski DPP Golkar masih tetap pada keputusan Munas digelar pada April 2015. Munas ini akan menjadi momen untuk mengganti ketua umum Aburizal Bakrie. Ia juga yakin peta politik akan berubah seiring dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terhadap gugatan Prabowo-Hatta pada 21 Agustus 2014.  “Akan ada perkembangan politik baru, situasi hari ini dinamis, berubah, bergerak. Namanya dinamika terus terjadi,” ujarnya.

Senada dengan Fahmi, Ketua Presidium Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Lawrence Siburian juga menyatakan hal yang sama. Ia mengatakan Munas Golkar akan digelar tahun ini bila MK memenangkan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

“Tergantung MK nanti, kalau menangkan Jokowi, yakinlah Munas terselenggara,” kata Lawrence.

Alasan Lawrence, kader Golkar di daerah akan mendukung pemerintah berkuasa, bukan menjadi oposisi. Apalagi kader Golkar banyak yang duduk sebagai kepala daerah seperti gubernur, wali kota dan bupati.

Ia mengatakan akan merangkul semua organisasi pendiri Golkar seperti Kosgoro 1957, dan MKGR untuk merumuskan Munas Golkar.”Semua akan kami ajak sama-sama untuk bangun Golkar,” tuturnya.

Lawrence mengatakan pihaknya juga akan menggelar pertemuan dengan ormas pendiri Golkar untuk mendengarkan aspirasi di daerah. “Itu pertemuan rekomendasi terkait Munas. Kita akan lakukan sebelum tanggal 21 Agustus 2014, putusan MK, karena kita yakin yang menang Pak Jokowi di MK,” imbuhnya.

Lawrence menjelaskan gelaran Munas sesuai dengan AD/ART dengan siklus lima tahun. Dimana Munas sebelumnya di Riau digelar pada tahun 2009. Sementara rekomendasi Munas Riau agar munas selanjutnya digelar pada 2015 kedudukan dibawah AD/ART partai.

Seperti diketahui bersama, yang marak terlihat di Indonesia saat ini adalah posisi Ketua Umum dipandang sebagai jabatan prestisius. Sebagai orang nomor satu partai, akan membuka peluang untuk melaju menjadi capres/cawapres pada Pemilu berikutnya. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL