Website Puskaptis

Website Puskaptis, klik untuk memperbesar

Jakarta, LiputanIslam.com – Polemik hasil quick count yang berbeda-beda dari beberapa lembaga survey pasca Pilpres, terus menggelinding bak bola salju liar yang kian membesar.

Kali ini, kubu pasangan capres-cawapres nomor urut dua mengungkapkan bahwa Puskaptis, penyelenggara quick count yang menjadi rujukan TV One, pernah mengajukan proposal kepada Jokowi-JK, tetapi ditolak. Proposal itu diajukan ke Jenggala Center, salah satu posko kemenangan Jokowi-JK yang didirikan oleh JK. Proposal tersebut diajukan di awal terbentuknya Jenggala Center.

“Iya, mereka mengajukan pas Jenggala terbentuk. Saya nggak ikut pertemuan, yang menemui Pak Peter Wattimena,” kata anggota Timses Jokowi-JK, Indra J Piliang.

Indra yang turut me-review proposal Puskaptis, menyebutkan bahwa proposal yang berjudul “Jurus Jitu Total Football” menawarkan paket lengkap yang dibanderol dengan harga 7,9 M. Lalu, mengapa Puskaptis ditolak?

Setelah diamati, terlihat bahwa Puskaptis salah sebut nama Jusuf Kalla menjadi ‘Yusuf Kalla’, dan tulisan ‘quick qount‘ (seharusnya quick count).  Menurut Indra, hal itu tidak profesional. Selain itu, harga yang fantastis juga menjadi pertimbangan.

“Total dananya Rp 7,9 miliar. Judulnya, Jurus Jitu Total Football. Tapi di programnya nggak ada nobar (nonton bareng) Piala Dunia, kan nggak relevan.

Selain itu, menurut Indra, proposal Puskaptis ketinggalan zaman.

“Kelemahan proposal Puskaptis: abaikan relawan, amankan media, andalkan mobilisasi. Terbaca konvensional dan ketinggalan zaman program pencitraan yang ditawarkan Puskaptis ini. Padat modal,” ujarnya.

Lalu, bagaimana tanggapan Puskaptis? Benarkah pihaknya pernah mengajukan proposal kepada kubu Jokowi-JK?

Dikonfirmasi hal ini, Direktur Eksekutif Puskaptis Husin Yazid tak mau bicara banyak. Dia mengatakan memang pernah mengajukan proposal, tapi tidak ada tindak lanjutnya.

“Kami waktu itu dipanggil Pak Aksa Mahmud. Saya disuruh ke sana. Kita taruh proposal, setelah itu, sudah, tidak ada tindak lanjutnya,” kata Husin, Jumat, 11 Juli 2014 seperti dilansir Detikcom.

Aksa Mahmud adalah adik ipar JK. Husin tak mau membahas soal proposal itu lebih jauh. Dia mengatakan persoalan proposal itu tak perlu diperpanjang.

Udah nggak usah diungkit lagi,” ujarnya. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL