Kim Jong Un, foto kompas

Kim Jong Un, foto kompas

Jakarta, LiputanIslam.com – Keputusan MK terkait sengketa Pilpres masih belum ditetapkan. Meski demikian, Presiden Korea Utara, melalui Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Su Young mengundang Jokowi untuk berkunjung ke Korea Utara.

“Saya diundang ke sana (Korea Utara) setelah pelantikan,” ujar Jokowi seperti dilansir Kompas, 13 Agustus 2014. “Mesti ya saya jawab, ‘ya dengan senang hati’,” sambung Jokowi.

Kunjungan Ri Su Young ke Jokowi dalam rangka menyampaikan ucapan selamat dari Kim Jong Un atas terpilihnya Jokowi-Jusuf Kalla menjadi presiden dan wakil presiden Indonesia.

Melalui Menlu Ri Su Young, Kim Jong Un berharap hubungan Indonesia-Korea Utara, terutama di bidang ekonomi dan kebudayaan, bisa diperkuat pada masa yang akan datang.

Pada Rabu siang, Su Young diketahui bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara. Dalam sambutannya, SBY berharap hubungan antara Indonesia dan Korut pada masa depan dapat dilanjutkan.

Indonesia adalah satu dari sedikit negara di dunia yang masih membina hubungan baik dengan Korea Utara, walaupun Korea Utara dikenai sanksi dan isolasi internasional akibat pelanggaran HAM dan program rudal nuklirnya.

Korea Utara dikenal sebagai negara berhaluan komunis yang sangat menutup diri terhadap pihak luar. Namun, Indonesia dan Korea Utara  sudah berhubungan sejak masa pemerintahan Soekarno dan Kim Il-sung pada tahun 1960-an. Indonesia memiliki kedutaan besar di Pyongyang, dan sebaliknya, Korea Utara memiliki kedutaan besar di Jakarta. (ba)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL