Foto: Tribunnews.com

Foto: Tribunnews.com

Jakarta, LiputanIslam.com – KH Said Aqil Siraj, Ketua Pengurus Besar Nahdhatul Ulama berpesan kepada capres terpilih kelak untuk lebih memperhatikan kepentingan NU. Menurutnya, perhatian pemerintah kepada NU masih sangat kurang.

“Siapa yang jadi presiden titip NU, NU masih banyak belum mendapatkan kemudahan. Misalnya, anak sekolah setengah harga tapi santri harga normal,” kata Said dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Muslimat NU di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (28/5/2014) seperti dilansir Tribunnewscom.

Tahun 2011 jumlah santri pondok pesantren di 33 provinsi di seluruh Indonesia mencapai 3,65 juta yang tersebar di 25.000 pondok pesantren. Menurut Kepala Pusat Pusat Pengembangan Penelitian dan Pendidikan Pelatihan Kementerian Agama H. Abdul Jamil, jumlah tersebut selalu bertambah tiap tahunnya.(Republika, 19/7/2011)

Said juga berharap presiden terpilih juga bisa melindungi NU dan meneruskan apa yang belum dicapai pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). “Mudah-mudahan Presiden mendatang mampu dan kuat melanjutkan apa yang belum dicapai Boediono dan SBY,” katanya.

Seribuan kader organisasi khusus wanita Nahdlatul Ulama, Muslimat NU, menghadiri pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (28/5/2014).

Dari informasi yang dihimpun, peserta Rakernas Muslimat NU sekitar 1.135 kader, yang terdiri dari 125 Pimpinan Pusat Muslimat NU, 165 Pimpinan Wilayah Muslimat NU se-Indonesia, 660 Pimpinan Perangkat dan Yayasan di Lingkungan Muslimat NU, 100 Pimpinan Cabang Muslimat NU se-Indonesia, 60 Panitia Daerah dan 25 peserta peninjau.

Dalam acara ini hadir, Wakil Presiden Boediono, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Ketua Umum Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, juga Wamen Agama Nazaruddin Umar. (ba/LiputanIslam.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL