Foto: Kompas

Foto: Kompas

Aceh, LiputanIslam.com — Berkunjung ke Negeri Serambi Mekkah, Jusuf Kalla menyambangi Kuburan Masal Siron di Aceh Besar, tempat ratusan ribu korban tragedi Tsunami pada 2004 lalu dimakamkan secara masal. Tempat itu adalah tempat pertama yang disambangi JK di tanah Rencong.

JK datang bersama istrinya, Mufidah, politisi Partai Kebangkitan Bangsa, (PKB), Abdul Qadir Karding, pengamat politik, Eep Saefulloh Fatah, dan istri Eep yang merupakan mantan presenter Metro TV, Sandrina Malakiano. Selain itu JK juga ditemani Ketua Umum DPP Partai NasDem, Surya Paloh.

Di depan makam itu, JK dan Surya Paloh sempat memanjatkan doa. Setelahnya ia sempat berbincang-bincang kecil dengan Surya Paloh yang keturunan Aceh itu, tentang pengalamannya menangani konflik Aceh.

Kepada wartawan JK mengatakan ia berada di Aceh dalam tiga masa, saat konflik bersenjata, pasca tsunami dan masa damai. Ia menyebutkan hal itu menjadi salah satu ikatannya terhadap provinsi Aceh.

JK turut mendamaikan ketegangan antara Pemerintahan Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka, yang sudah bertahun-tahun tidak terselesaikan. Kala itu, JK terlibat dalam penandatangan perjanjian damai Helsinki di Finlandia pada 15 Agustus 2005.

Dalam kunjungannya kali ini ia akan menemui sejumlah alim ulama dan tokoh masyarakat. JK mengaku ia juga akan menyampaikan visi-misinya pada masyarakat, berharap dukungan mayoritas.

Ia mengaku yakin pasangan Joko Widodo (Jokowi) – JK dapat meraih suara mayoritas di Aceh, walau pun perolehan partai pengusung utama pasangan tersebut, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada pemilihan legislatif (pileg) 9 April lalu sangat mengecewakan.

“Pilpres kan bukan pilih partai, nanti rakyat yang pilih (presiden),” tandasnya. Mengapa demikian?

Pengamat politik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Erwan Agus Purwanto mengungkapkan, upaya partai politik untuk saling berkoalisi menuju Pemilu Presiden 2014 belum tentu mutlak diikuti oleh suara akar rumput.

“Koalisi yang terbentuk saat ini lebih condong pada hasil kedekatan elit partainya sehingga memiliki kemungkinan tidak diikuti oleh simpatisan partai di akar rumput untuk diarahkan memilih capres-cawapres yang diusung,” kata Erwan di Yogyakarta, Senin. (fa/tribunnews.com/republika)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL