indonesia-palestineJakarta, LiputanIslam.com — Dukung kemerdekaan Palestina, calon presiden nomor urut dua Joko Widodo berpotensi dizalimi oleh konspirasi Zionisme Internasional. Mengapa?

“Dalam sejarah kepemimpinan bangsa Indonesia pasca-Soekarno, baru Jokowi saja yang berani mengambil peran aktif untuk menciptakan perdamaian di Timur Tengah, dengan terang-terangan berniat membuka hubungan diplomatik dengan Palestina apakah nanti di Gaza atau Ramallah,” ujar Fahmi Habsy, Direktur Eksekutif Pusat Kajian Trisakti  seperti dilansir Liputan6.com, 26 Juni 2014.

Menurutnya, Zionisme Internasional tidak menginginkan kemerdekaan Palestina sepenuhnya, dan tidak menghendaki perdamaian di Timur Tengah.

Dia mengatakan, jaringan zionisme internasional dan antek-anteknya berpotensi menjegal langkah Jokowi menuju kursi Presiden RI dengan segala cara dan tipu muslihat. Hal itu dilakukan agar Indonesia tidak menjadi negara pelopor di kawasan ASEAN  yang membuka perwakilan diplomatik di Ramallah atau Gaza, seperti 44 negara lain yang telah membuka perwakilan diplomatik di Palestina.

“Penjajahan dan perampasan tanah rakyat Palestina tidaklah sekadar menimpa umat Islamnya saja, tapi juga penzaliman penduduk Palestina yang beragama Kristen Orthodox, Katolik atau Koptik karena di sana tempat suci bagi agama-agama samawi,” tandas Fahmi.

Jusuf Kalla Optimis, Din Syamsudin Apresiasi

Meski demikian, di tempat terpisah Jusuf Kalla (JK) optimistis bisa mendamaikan kedua negara tersebut.

“Saya dua kali ke Ramallah dan ke Jerussalem pada 2011. Saya kenal dua-duanya (Palestina dan Israel). Untuk mendamaikan itu kita perlu kenal dua-duanya,”  ujar JK di sela-sela roadshow kampanyenya di Jawa Barat.

JK juga yakin bahwa Indonesia bisa menjadi Ketua Organisasi Kenferensi Islam (OKI).

“Mungkin sekali. Jokowi-JK yakin bahwa Indonesia yakin bisa menjadi ketua OKI. Kita bisa memimpin OKI. Kita ini negara paling banyak Muslimnya di dunia. Bukan Timur Tengah sana.”

JK juga menilai, dengan jumlah Muslim terbesar di dunia, Indonesia punya daya tawar yang tidak bisa dianggap remeh. Indonesia bisa mendorong kemerdekaan Palestina dan perdamaian di sana sangat besar.

Diangkatnya isu Palestina ini diapresiasi oleh Ketua Prakarsa Persahabatan Indonesia-Palestina (PPIP).

“Siapapun yang mendukung kemerdekaan palestina maka beririsan dengan kami yang tergabung dalam PPIP,” ujar Din, dikutip dari Republika, 24 Juni 2014.

Din menegaskan apresiasi terhadap Jokowi itu tidak terkait dukungan politik pada Pilpres. Selaku Ketua Umum PP Muhammadiyah dan Ketua Umum MUI, Din khawatir suara pribadinya akan dianggap suara organisasi. Sebab, PP Muhammdiyah dan MUI bersikap netral.

“Saya menegaskan, MUI, PP Muhammadiyah berada pada posisi netral. Tidak partisan. Maka tidak ada pimpinan organisator kepada pasangan mana pun,” jelasnya. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL