Foto: Detik

Foto: Detik

Jakarta, LiputanIslam.com — Joko Widodo, capres nomor urut dua  berniat membeli kembali saham PT Indosat Tbk jika ia terpilih sebagai Presiden Indoensia. Hal itu disampaikan dalam debat kandidat capres tadi malam, 22 Juni 2014. Bagaimana respon pasar?

Seperti dikutip dari data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (23/6/2014), saham Indosat dibuka menguat ke posisi Rp 3.800 dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu di Rp 3.710.

Posisi tertingginya yang bisa diraih saham operator jaringan Mentari dan IM3 itu berada di level Rp 3.870 atau naik hingga 4,3%. Hingga pukul 10.25 waktu JATS, saham berkode ISAT itu berada di level Rp 3.775 per lembar, naik 65% (1,75%) seperti dlansir Detikcom.

Mengapa saat pemerintahan Megawati, Indosat dijual?

“Tadi sudah jelas sekali. Saat itu krisis dan terimbas krisis, kemudian kita membutuhkan anggaran untuk menggerakan ekonomi dan yang kita punyai dan kita bisa jual barang itu. Tentu itu kita lakukan dengan catatan itu masih kita bisa beli,” kata Jokowi .

Jokowi meminta keputusan pemerintah saat itu yang dipimpin Megawati Soekarnoputri tidak disalahkan. “Jangan menyalahkan pemerintah yang dulu karena pemerintah dulu kondisinya berbeda. Kondisi normal dan krisis berbeda sehingga tidak bisa dibandingkan,” ujarnya. “Tidak usah melihat ke belakang, saya melihat ke depan. Ke depan kita ingin ambil lagi,” sambung Jokowi.

Lalu, bagaimana tanggapan dari pihak Indosat?

“Kalau buyback urusan pemegang saham-lah itu. Manajemen tugasnya maximize shareholder value, saat ini Pemerintah RI juga salah satu shareholder,” kata Direktur Utama Indosat Alexander Rusli.

Saat ini Pemerintah Indonesia pegang 14,29% saham Indosat, sedangkan mayoritasnya dikuasai Ooredoo Asia Pte Ltd sebanyak 65%. Sisanya sekitar 20,71% beredar di Bursa Efek Indonesia BEI. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL