Foto: Metrotv

Foto: Metrotv

Jakarta, LiputanIslam.com – Kemeja bermotif kotak-kotak yang sempat menjadi trend pada Pilgub Jakarta 2012 kembali terlihat dikenakan oleh Capres PDIP Joko Widodo. Hari ini, Jokowi memperkenalkan “baju perang” yang akan digunakan untuk kampanye di Pilpres 2014, seperti dilansir Tribunnews.com.

Jokowi akan mengenakan kemeja kotak-kotak model baru, sedangkan Jusuf Kalla (JK) mengenakan kemeja putih dengan lengan digulung. Jokowi tak lagi mengenakan kemeja putih karena merasa sudah ditiru oleh lawan politiknya. Menurut Jokowi, seragam kampanye sengaja dibuat berbeda untuk mewakili semboyan Bhinneka Tunggal Ika atau keanekaragaman yang ada di Indonesia.

“Indonesia itu kan berwarna-warni. Ini ke-Bhinneka-an kita. Mau pakai kotak-kotak silahkan. Mau pakai putih silahkan. Pakai kotak-kotak yang modelnya beda juga tidak apa-apa,” ujarnya.

Perbedaan seragam kampanye tersebut, ia menambahkan, juga menunjukkan perbedaan yang saling melengkapi.

“Memang ini berbeda, artinya saling melengkapi. Pak JK berpengalaman, dan saya muda. Ini adalah suatu simbol sinergi. Jadi, tidak perlu harus selalu satu ragam,” tutur Jokowi.

Sementara JK mengatakan,”Kan kita bukan anak TK atau anak SD lagi. Jadi, tidak perlu seragaman lah. Ini artinya Bhinneka Tunggal Ika.”

JK mengatakan kemeja polos tersebut dipilih atas dasar kesenangannya mengenakan pakaian tersebut ketika masih menjabat sebagai wakil presiden.

“Sejak dulu saya memang suka pakai yang polos-polos. Waktu saya jadi Wapres dulu, saya pakai polos terus. Intinya, saya tetap menjadi saya, Pak Jokowi tetap menjadi Pak Jokowi. Jadi, kita ini bisa dibilang satu matahari, dua energi,” jelas Jusuf Kalla.

Sejarah Baju Kotak-Kotak

Kemeja kotak-kotak bermotif cerah dipilih oleh Jokowi-Ahok saat mendaftarkan diri sebagai Cagub-Cawagub ke Komisi Pemilihan Umum Daerah DKI Jakarta. Kemeja kotak-kotak dianggap sebagai simbol warna-warni Jakarta yang harus diakomodasi.

“Ada banyak suku, etnis di sana. Jakarta itu ibarat miniaturnya Indonesia, yang jelas etalasenya negara,” kata Jokowi, Rabu (21/3/2012) seperti dilansir Kompas.

“Kami berharap bisa diterima warga Jakarta yang punya latar belakang beragam,” kata Jokowi saat itu.

Sedangkan menurut Ahok, baju kemeja kotak-kotak adalah ciri pakaian pekerja di lapangan. Selain itu, baju kotak-kotak menandakan santai dan tidak kaku.

“Ide baju kita menunjukkan pimpinan Jakarta bukan duduk di meja, tapi kerja keras. Kerjaan kami turun ke lapangan,” ujar Ahok seperti dikabarkan Detik.com (1/4/2012).

Kemeja kotak-kotak berhasil menghantarkan Jokowi – Ahok menuju kursi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI, akankah “tuah’ baju kotak-kotak akan kembali berulang pada perhelatan Pilpres 2014? (fa/LiputanIslam.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL