jokowi-ahokJakarta, LiputanIslam.com  – Ketiga nama yang kandidat cawapres untuk Jokowi yaitu Jusuf Kala, Mahfud MD, dan Ryamizard Ryacudu, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Pengamat Politik, M. Qodari, menjelaskannya ketika dikonfirmasi Tribunnews.com, Senin (21/4/2014).

1. Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu Lahir di Palembang, Sumatera Selatan, 21 April 1950 dikenal sudah lama kenal baik dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Dia mantan KSAD TNI dari tahun 2002 hingga 2005. Ryamizard adalah menantu dari mantan Wakil Presiden, Try Sutrisno.

Kelebihannya : Jendral bintang 4, dianggap bisa “saingi” capres lain yang bertitel jenderal. Dia juga terkenal tegas, bersih dan “santri, mewakili luar Jawa,  menantu sesepuh TNI Try Sutrisno, dipercaya oleh MSP.

Kekurangannya : Bukan orang partai sehingga tidak bisa menambah kursi DPR RI.

2. Mantan Ketua MK Mahfud MD

Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD lahir di Sampang, Madura, Jawa Timur, 13 Mei 1957. Jabatan terakhir Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2008-2011. Sebelumnya ia adalah anggota DPR dan Menteri Pertahanan pada Kabinet Persatuan Nasional.

Kelebihannya : Menguasai masalah hukum, bersih, dekat dengan kalangan NU, didukung PKB.

Kekurangannya : Pengalaman di ranah eksekutif masih terbatas meskipun pernah menjabat Menhan RI namun cuma sebentar.

3. Mantan Ketua Umum Golkar Jusuf Kalla

H. Muhammad Jusuf Kalla lahir di Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, 15 Mei 1942.  Jabatan terakhir mantan Wakil Presiden Indonesia  2004 – 2009 dan Ketua Umum Partai Golongan Karya pada periode yang sama.

Kelebihannya : Dikenal lincah bekerja, egaliter, man of action, problem solving-oriented, wawasan dan jaringan luas, basis massa kuat dan jelas di Indonesia Timur.

Kekurangannya : Ada yang khawatir jika JK jadi Wapres Jokowi maka dia pasti ambil alih Ketua Umum Golkar. Di satu sisi bisa  memperkuat Jokowi  di DPR tapi di sisi lain dianggap bisa  menyandera Jokowi.

Dari ketiga nama tersebut, Mahfud Md dikabarkan dicoret PDIP dari daftar cawapres Jokowi. Apa tanggapan PKB sebagai mitra koalisi PDIP yang pernah menawarkan Mahfud sebagai pendamping Jokowi?

“Saya tidak mau mendahului. Soal ini nanti ada pengumuman resmi, kita serahkan kepada pemimpin koalisi. Pemimpin koalisi dan capres yang akan menentukan nama-nama cawapres,” ujar Ketua DPP PKB Marwan Jafar kepada detikcom, Rabu (7/5/2014).

Harapan Jokowi?

Sedangkan Jokowi sendiri, terdeteksi tidak bisa menutupi “rasa cintanya”  kepada sosok Ahok. Dalam sebuah kesempatan Jokowi pernah berujar bahwa dia menginginkan pendampingnya kelak adalah sosok seperti Ahok. Calon wakil presiden pendampingnya nanti harus memiliki misi sama, tetapi dengan ide, karakter, dan kesenangan yang berbeda.

“Ini baru masuk list, yang penting memang persamaan misi, ide, karakter, dan kesenangan yang berbeda,” kata Jokowi di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (11/4), seperti yang dilansir BeritaSatu. Menurutnya, perbedaan tersebut diperlukan agar bisa saling melengkapi.

Pasangan  Jokowi Ahok sendiri masih sangat diminati. Masih banyak yang berharap akan muncul pasangan Jokowi Ahok jilid II. Sementara Ahok sendiri pernah menyatakan kesiapannya menjadi Cawapres Jokowi jika diizinkan oleh Gerindra. Namun sayang, kemelut yang terjadi antara Prabowo dan Jokowi sepertinya tidak akan mampu menjembatani penyatuan pasangan ini pada Pilpres. Walaupun Jokowi ‘cinta’ kepada Ahok, cintanya tak bisa memilih Ahok untuk jadi pendampingnya. (ba/LiputanIslam.com)

 

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL