jkJakarta, LiputanIslam.com–Dalam sebuah acara talkshow yang diadakan di Stasiun Metro TV, 9 April, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan bahwa hasil sementara pemilihan umum legislatif versi quick count ini menunjukkan bahwa rakyat sangat tidak puas kinerja pemerintah yang berkuasa. Dijelaskan oleh JK (panggilan akrab Jusuf Kalla), hal ini berlaku di negara demokratis manapun. Ketika rakyat merasa tidak puas dengan kinerja pemerintah yang berkuasa, perolehan suara partai itu pendukung pemerintah dalam pemilu dipastikan akan turun. Ketika perolehan suara partai yang berkuasa menurun, efeknya adalah naiknya suara partai lain, khususnya partai oposisi.

Pernyataan JK tersebut disampaikan menanggapi merosotnya dengan tajam perolehan suara Partai Demokrat (PD) berdasarkan quick count berbagai lembaga. Disebutkan bahwa suara PD berada pada kisaran 10 persen, jauh menurun dibandingkan perolehan PD pada tahun 2009 yang mencapai angka 21 persen.

Senada dengan penilaian JK, pengamat politik Hanta Yudha dalam acara talkshow lainnya di stasiun TVOne juga menegaskan bahwa naiknya perolehan suara sejumlah partai politik adalah berkat limpahan dari suara PD.

Perhitungan suara versi hitung cepat yang dilakukan berbagai lembaga sampai pukul 21.40 WIB sudah mendekati angka final (100%). Angka-angka yang ditunjukkan relatif sama, dan menunjukkan bahwa tiga besar partai pemenang pemilu adalah PDIP, Partai Golkar, dan Gerindra. Berdasarkan hasil hitung cepat LSI, PDIP meraih 19,71%, Golkar 14,57%, dan Gerindra 11,85%. Disebutkan juga bahwa angka golput berada di kisaran 30%.(by/metrotv/tvone)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL