Foto: www.bantenposnews.com

Foto: www.bantenposnews.com

Jakarta, LiputanIslam.com – Salah satu komitmen dari pasangan Jokowi –JK jika terpilih sebagai presiden dan wakil presiden adalah menunjuk menteri dari kalangan profesional di dalam kabinet yang akan dibentuk.

“Jika Jokowi-JK terpilih nanti, cara perekrutan menterinya betul-betul memilih putra terbaik bangsa sesuai profesi dan bidang yang dikuasai,” kata perwakilan Timses Jokowi-JK, Marsanto di Jakarta, Kamis (12/6) malam.

Ia menegaskan kabinet yang akan dibentuk Jokowi-JK bukan berdasarkan bagi-bagi kursi dari partai koalisi sebagaimana yang terjadi pada pemerintahan saat ini. “Kementerian yang akan datang akan diisi kaum profesional, kalau saat ini kan diisi partai pendukung dari bagi-bagi kursi,” jelasnya.

Sebelumnya dalam debat capres-cawapres pada tanggal 9 Juni, Jusuf Kalla juga menekankan, kerja sama politik yang dibangun partai koalisi pendukung pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla, tak menjanjikan sesuatu kepada mitranya. Tak ada janji jatah kursi menteri yang membuat Jokowi –JK terbebani.

“Kami sadari bahwa biaya politik kita tidak murah. Kami tidak ada janjikan 7 atau 8 menteri. Ini keikhlasan, tidak ada bagi-bagi kursi sama sekali,” kata Kalla di Balai Sarbini, Jakarta.

Pasangan Jokowi-JK mencanangkan sembilan agenda prioritas untuk mewujudkan visi dan misi mereka dalam agenda berjudul Nawa Cita.

Kesembilan agenda prioritas tersebut antara lain menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara, membuat pemerintah tidak absen dengan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya, membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daaerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan, menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya.

Selanjutnya meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia, meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik, melakukan revolusi karakter bangsa, dan memperteguh kebhinekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia. (fa/kompas/antara)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL