ratusan polisi

Foto: Kompas

Jakarta, LiputanIslam.com — Prabowo Subianto, telah mengambil ancang-ancang untuk menempuh jalur hukum di Pengadilan Tata Usaha Negara dan Mahkamah Agung jika gugatannya tak dipenuhi di Mahkamah Konstitusi (MK).

“Kita juga masih ada jalan menempuh ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Kita juga masih bisa menempuh jalan ke Mahkamah Agung (MA),” kata Prabowo saat menghadiri acara silaturahim dan halalbihalal dengan tim Koalisi Merah Putih wilayah Jabar di Gedung Sasana Budaya Ganesha, Kota Bandung, Selasa, 19 Agustus 2014.

Menurut Prabowo, sengketa Pilpres 2014 masih dalam tahapan penyelesaian secara hukum di MK. Ia berharap, semua hakim di MK melaksanakan tugasnya dengan baik, jujur, dan adil. (Baca juga: Tabloid The Politic, Kecurangan Pilpres yang Terstruktur, Sistematis dan Masif)

“Kita berharap dan kita berdoa bahwa hakim-hakim MK akan melaksanakan tugasnya dengan baik,” kata Prabowo.

Dari laporan Kompas, Prabowo juga yakin masih memiliki kekuatan politik di parlemen tingkat DPR RI dari partai Koalisi Merah Putih, yang mencapai 63 persen.

“Kekuatan politik kita juga masih sangat kuat,” ujarnya. (Baca juga: Ali Mochtar Ngabalin: Pemilu Ulang Cegah Perpecahan)

Prabowo menjelaskan, pengaduan Pilpres ke MK bukan karena tidak menerima hasil Pilpres, melainkan ingin membuktikan bahwa telah terjadi kecurangan dalam pesta demokrasi 2014.

Prabowo menyatakan tidak ingin suatu pemerintahan lahir dari kebohongan atau kecurangan karena akan memerintah secara tidak benar dan dikhawatirkan akan ditinggalkan oleh rakyatnya.

Ia berharap, Koalisi Merah Putih dapat terus kompak dan berjuang mendapatkan keadilan. Ia menyampaikan terima kasih kepada warga Jabar yang telah mendukung, dan diminta untuk tidak menangis karena Prabowo kalah. (Baca juga: Prabowo Minta Ibu-ibu Buat Dapur Umum)

Sementara itu, guna mengamankan sidang pembacaan putusan MK yang dijdwalkan hari ini, ratusan polisi dari Polda Metro Jaya berjaga di kawasan Monumen Nasional, Istana Negara, dan MK sejak tengah malam tadi.

Polisi juga menyiapkan kawat berduri sekalipun tidak langsung dipasang. Belum terlihat mobil water canon atau baracuda di titik-titik penjagaan ini, hingga Kamis subuh.

“Kami di sini sampai pagi. Nanti yang jaga di sini dari Satuan Brimob,” ujar Bripka Purnomo yang berjaga di depan patung kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta, Kamis dini hari. “Kami bertugas mengamankan pengalihan arus,” imbuh dia. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL