Prabowo Subianto_1Bandung, LiputanIslam.com–Calon presiden Prabowo Subianto akhirnya buka suara menanggapi tulisan jurnalis AS, Allan Nairn. Tulisan Nairn sejak 22 Juni lalu telah meramaikan suasana kampanye pilpres Indonesia karena mengungkap beberapa hal mengejutkan tentang Prabowo.  Dalam tulisan itu, Nairn mengungkap isi wawancara off the record-nya dengan Prabowo yang dilakukan pada Juni 2001. Ia bahkan menantang Prabowo, jika apa yang diungkapkannya tidak benar, agar membawanya ke jalur hukum.

Menanggapi itu, dengan nada tinggi, Prabowo mengatakan, apa yang disampaikan Allan tak perlu diributkan.

“Kenapa sih kamu, kalau satu orang asing bicara, kok kamu ribut sih? Satu orang kulit putih kita harus ribut,” kata Prabowo di Ciparay, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (3/7/2014) malam, sebagaimana dikutip Kompas.

“Kita ini 240 juta orang, tenang saja. Tanya rakyatmu lah, jangan tanya orang asing,” ujar Prabowo.

Allan Nairn adalah seorang jurnalis investigasi yang telah banyak meliput kasus-kasus pelanggaran HAM di berbagai belahan dunia, seperti Guatemela, Haiti, hingga Timor Leste. Dia memutuskan untuk menuliskan isi wawancara off the record (wawancara yang tidak boleh diungkap) yang sebenarnya melanggar kode etik jurnalisme pada pekan lalu. Alasannya, karena Prabowo menjadi capres,  “Rakyat Indonesia harus memiliki akses terhadap informasi yang saya punya ini,” ujar Nairn.

Dalam artikel yang dimuat di website pribadinya itu (www.allannairn.org), Nairn mengungkap bahwa Prabowo mengkritik pembantaian tentara terhadap rakyat sipil di Santa Cruz (1991) seharusnya tidak dilakukan di depan media massa.

“Santa Cruz telah membunuh kita secara politik!” kata Prabowo. “Kamu tidak [seharusnya] membunuh massal di depan media massa dunia!”

Di bagian lain, Nairn menulis kekesalan Prabowo atas terpilihnya Gus Dur sebagai presiden. “Lihat Tony Blair, Bush, Putin. Muda, ganteng, dan kami memiliki seorang pria buta!”

Setelah terbitnya artikel itu, Nairn mendapatkan kecaman dan protes dari berbagai pihak.

“Orang Prabowo sebut saya musuh negara, kata TNI siap tangkap saya dan katakan bahwa artikel itu tidak benar dan main-main. Jadi saya jawab dengan beberapa tantangan kepada Pak Prabowo. Kalau dia nilai yang saya tulis itu tidak benar, sebaiknya dia hadapi saya dalam sidang, di Indonesia. Sebaiknya mulai proses saya atas tuduhan mencemarkan nama baik dia, silakan,” ujar Nairn dalam sebuah diskusi di Jakarta, Selasa (1/7/2014) malam, seperti dikutip Kompas.

“Silakan, saya di sini, saya di Indonesia, saya di Jakarta. Mereka bisa dapat saya. Kalau mereka mau menangkap saya untuk kejahatan atas kebenaran yang saya tulis tentang Prabowo, silakan,” ucap Nairn.

Namun demikian, Nairn tidak serta merta menilai positif  Capres Jokowi. Dalam wawancaranya dengan Tempo (2/7/2014), Nairn mengatakan, jenderal-jenderal (purnawirawan) di sekeliling Jokowi pun bermasalah dengan HAM. Menurutnya, jika Jokowi menang, itu bukan jaminan penegakan hak asasi manusia di Tanah Air.

“Situasinya terbuka. Banyak hal terjadi jika Jokowi menang, bisa memburuk atau bisa lebih baik,” kata Nairn. “(dw)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL