Foto: Tribunnews

Foto: Tribunnews

Jakarta, LiputanIslam.com – Melihat sepak terjang kader dan elit PKS dalam dunia politik di tanah air, tiba-tiba muncul petisi “Tolak PKS Gabung di Pemerintahan Jokowi-JK”. Penggagasnya adalah Agus Sutondo, seorang blogger yang berasal dari Depok. Mengapa PKS harus ditolak?

Menurut Agus, tingkah polah PKS yang menyerang secara membabi buta Jokowi-JK dalam masa kampanye, adalah hal yang tak bisa dilupakan. “Memaafkan boleh, tapi jangan sampai melupakan,” demikian ia tulis dalam keterangannya.

Selain itu, menurut Agus, PKS dianggap kurang menghargai adanya perbedaan yang telah menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Dikhawatirkan, sikap ini akan merusak keutuhan NKRI. Hingga berita ini diturunkan, sudah terkumpul 10.548 tanda tangan.

Berikut ini, keterangan lengkapnya yang dikutip dari Change.org

Rencana Pak Jokowi yang akan bersilaturahmi ke partai politik yang berseberangan sangatlah baik dan menunjukan sikap kenegarawan. Akan tetapi untuk PKS harga mati terlarang untuk untuk dikunjungi! Terlepas dari apapun pertimbangan Pak Jokowi, tetap saja mereka patut dicurigai sebagai musuh dalam selimut. lebih baik biarkan mereka oposisi sendirian dan dikucilkan di parlemen.

Sangat tidak penting dan tidak ada manfaat apapun bersilaturahmi dengan PKS, karena mereka memiliki agenda terselubung dan tersembunyi di NKRI. Jangan pernah beri kesempatan serta peluang apapun untuk PKS, karena dimomentum tertentu terbiasa sering menggigit dan menyebarkan virus berbahaya.

Masih sangat hangat dan akan teringat selamanya, bagaimana PKS menyerang secara membabi buta disaat musim kampanye Pilpres. Mereka sebarkan isu SARA yang bisa membahayakan persatuan dan kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini.

Semoga Pak Jokowi bisa mengerti dan memahami perasaan para pendukungnya, karena akan banyak yang merasa tidak setuju jika Pak Jokowi membuka pintu untuk PKS. Lantaran sudah sangat nyata dan fakta PKS selalu berusaha menusuk dari depan dan dibelakang yang mengancam persatuan Indonesia.

Petisi ini bertujuan untuk melawan lupa, atas apa yang telah dilakukan PKS yang sangat jauh dari nilai menghargai dan menghormati perbedaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sehingga mungkin bisa dijadikan salah satu pertimbangan agar Pak Jokowi tegas, memaafkan boleh tapi tidak untuk melupakan

PKS jangan pernah diajak kompromi ataupun diajak bergabung, jangan pernah buka peluang apapun dan jangan beri kesempatan walau secuil pun di dalam pemerintahan yang baru. [ba]

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL