HAttaJakarta, LiputanIslam.com–Calon wakil presiden (Cawapres) Hatta Rajasa menilai isu yang menyebut Prabowo Subianto pernah meminta kewarganegaraan dari Yordania adalah sebuah fitnah.

“Itu adalah black campaign,” kata Hatta di Masjid Al-Azhar Jakarta Selatan, Selasa, (27/5/2014).

“Black campaign itu tidak berdasarkan pada fakta, itu artinya fitnah. Agama apapun melarang perbuatan fitnah,” lanjutnya.

Hatta mengajak masyarakat untuk melakukan kampanye positif saja.

“Berpositif campaign ajalah, fastabikul khairot aja,” ucapnya.

Calon presiden partai Gerindra, Prabowo Subianto, memang santer diberitakan mendapatkan status kewarganegaraan Yordania pada 1998.

Di tempat terpisah, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hadar Nafis Gumay menjelaskan, dalam Undang-Undang (UU) dikatakan, seorang capres itu WNI sejak lahir dan tidak pernah mendapatkan kewarganegaraan lain atas permintaanya sendiri. Untuk melaksanakan aturan tersebut, KPU mewajibkan bakal capres cawapres  harus menyerahkan surat keterangan dari kantor Kemenkumham dan keempat bakal calon itu mempunyai itu.

“Di dalam dokumen itu disebutkan bahwa mereka WNI dan tidak pernah memiliki kewarganegaraan lain atas permintaannya sendiri,” jelas Hadar menjawab keraguan status kewarganegaraan Prabowo.

Dokumen dari Kemenkumham itulah, kata Hadar, yang menjadi patokan atau ukuran KPU dalam menentukan para bacalon tersebut WNI sejak lahir atau bukan dan tidak pernah memiliki kewarganegaraan lain atas permintaannya sendiri.(fa/inilah.com/pemilu.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL