persepsiJakarta, LiputanIslam.com – Perbedaan hasil hitung cepat menghasilkan dua deklarasi kemenangan dari kedua kandidat yang sedang berlaga. Menyikapi hal ini, Perhimpunan Survey Opini Publik Indonesia (Persepi) akan mengaudit lembaga survei anggota Persepi. Audit dilakukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan metodologi survei di antara lembaga survei. Apabila metodologinya sama, hasilnya tak jauh beda.

“Perbedaan besar di antara lembaga survei terkait hitung cepat pilpres akan kami tindaklanjuti dengan melakukan audit terhadap lembaga survei yang ada dibawah Persepi,” kata anggota Dewan Etik Persepi Prof. Dr. Hamdi Muluk dalam konferensi pers di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu, 9 Juli 2014, seperti dilansir Metrotvnews.

Berikut ini adalah tujuh poin peryataan Persepi terkait hasil hitung cepat Pilpres 2014:

1. Perbedan hasil quick count ini ditengarai akan dapat diamanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk merusak proses pemilihan presiden dan wakil presiden.
2. Persepi percaya bila metode pengumpulan data dilakukan dengan kaidah yang benar, seharusnya hasil perhitungan kurang lebih sama.
3. Oleh karena itu, menjadi penting setiap lembaga penelitian menjelaskan proses penelitian kepada publik luas agar masyarakat tahu dan memahami perbedaan hasil tersebut.
4. Persepi akan meminta seluruh lembaga penelitian yang melakukan quick count untuk memberi pertanggungjawaban kepada publik tentang metode penelitian yang diterapkan.
5. Pertanggungjawaban diperlukan agar proses demokrasi tidak dicederai oleh lembaga oportunis yang sengaja memanipulasi hasil quick count.
6. Persepi akan melakukan audit terhadap sejumlah lembaga penelitian yang merupakan anggota Persepi, yakni Lembaga Survey Indonesia, Indikator, SMRC, Cyrus Network, Populi Center, JSI, dan Kuskaptis.
7. Hasil audit akan dimumumkan kepada publik dan Persepi akan memberikan sanksi pada lembaga penelitian yang terbukti melanggar prinsip prinsip etika.

Hasil Dari Berbagai Lembaga Survey

Berdasarkan data dari Liputan6.com, ada 7 dari 11 lembaga survei yang menyatakan pasangan capres-cawapres Jokowi- JK sebagai pemenang Pilpres. Sedangkan empat lembaga survey lainnya menyatakan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang unggul.

Berikut rinciannya:

Pertama, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menyebutkan, dari 98,05% suara yang masuk, Prabowo-Hatta memperoleh 46,7% dan Jokowi-JK meraih 53,3%.

Kedua, Center for Strategic and International Studies (CSIS)-Cyrus Newtwork menyebutkan, dari 99,90% suara yang masuk, Prabowo-Hatta memperoleh 48,1% dan Jokowi-JK meraih 51,9%.

Ketiga, Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) menyebutkan, dari 99,3% suara masuk, Prabowo-Hatta memperoleh 47,09% dan Jokowi-JK meraih 52,91%.

Keempat, Survei Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kompas menyebutkan, dari 100% suara masuk,  Prabowo-Hatta memperoleh 47,66 dan Jokowi-JK meraih 52,34%.

Kelima, Indikator Politik menyebutkan, dari 99,5% masuk, Prabowo-Hatta memperoleh 47,06% dan Jokowi-JK meraih 52,94%.

Keenam, Survei Radio Republik Indonesia (RRI) menyebutkan, dari 97% suara masuk, Prabowo-Hatta memperoleh 47,40% dan Jokowi-JK meraih 52,60%.

Ketujuh, Populi Center menyebutkan, dari 98,95% suara masuk, Prabowo-Hatta memperoleh 49,06% Jokowi-JK meraih 50,94%.

Kedelapan, Jaringan Suara Indonesia (JSI) menyebutkan, dari 91,35% suara masuk, Prabowo-Hatta memperoleh 50,16% dan Jokowi-JK meraih 49,84%.

Kesembilan, Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) menyebutkan, dari 93,41% suara masuk, Prabowo-Hatta memperoleh 52,05% dan Jokowi-JK meraih 47,95%

Kesepuluh, Lembaga Survei Nasional (LSN) menyebutkan, dari 96,51% suara masuk, Prabowo-Hatta memperoleh 50,56% dan Jokowi meraih 49,44%

Kesebelas, Indonesia Research Centre (IRC) menyebutkan, dari 100% suara masuk, Prabowo-Hatta memperoleh 51,11% dan Jokowi meraih 48,89%. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL