Foto: Kompas

Foto: Kompas

Jakarta, LiputanIslam.com–Setelah beberapa waktu melakukan blusukan ke Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, Capres Jokowi menemukan indikasi penggembosan suara secara signifikan. Hal tersebut dilaporkan Jokowi kepada Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri, Selasa (15/7/2014) sore.

Kepada wartawan, Jokowi tidak memberikan pernyataan apapun. Sekretaris Tim Pemenangan Jokowi-Jusuf Kalla Andi Widjajanto menjelaskan, “Kami melihat ada pola penggembosan suara yang mirip-mirip terjadi di Bali. Jadi ada penurunan suara sistematis dari TPS menuju kecamatan melalui manipulasi formulir C1.”

Andi mencontohkan, modus kecurangan yang dilakukan adalah memanipulasi angka pada formulir C1 mulai dari TPS hingga ke tingkat kecamatan. Suara untuk Jokowi-JK sedikit demi sedikit dikurangi di setiap tingkatan. Dengan aksi curang ini, suara pasangan nomor urut dua dipastikan akan berkurang saat proses rekapitulasi di tingkat nasional.

“Di Bali, kala itu, KPUD tidak mengizinkan para saksi memeriksa formulir C1 hingga ke bawah. Mereka hanya berpatokan pada keputusan KPUD. Kami tidak mau Indonesia menjadi ‘Bali II’,” lanjut Andi, seperti dikutip Kompas.

Seberapa besar penggembosan suara, Andi mengaku belum menghitung totalnya. Namun, ia memprediksi, jika praktik kecurangan terjadi di daerah padat penduduk dan di basis rival politiknya, jumlah penggembosan suara Jokowi-JK bisa signifikan. Andi memastikan, pertemuan Jokowi dan Megawati akan berlanjut pada aksi nyata apa yang akan dilaksanakan selanjutnya demi mengawal suara Jokowi-JK.

“Kami sangat yakin kami tetap menang,” ujar Andi.

Pertemuan Jokowi dan Megawati berlangsung tertutup di kediaman Mega, Jalan Teuku Umar 27, Menteng, Jakarta Pusat. Pertemuan berlangsung dari pukul 15.30 WIB hingga 16.50 WIB. (dw)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL