debat 2Jakarta, LiputanIslam.com, –Debat capres putaran kedua yang berlangsung Minggu malam (15/06/2014) WIB kembali menampilkan dua kandidat presiden, yaitu capres nomor urut satu Prabowo Subianto dan capres nomor urut dua Joko Widodo (Jokowi). Debat yang hanya diikuti capres (tanpa melibatkan cawapres) ini mengusung tema Pembangunan Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial

Sebagaimana yang sudah diperkirakan, Prabowo tampil dengan gagasan-gagasan besar terkait dengan cita-cita mengembalikan kejayaan ekonomi Indonesia sebagai negara yang pernah menjadi macan Asia. Prabowo memulai penyampaian visi-misinya dengan mengangkat isu kebocoran keuangan negara. Mengutip data KPK, menurut Prabowo, kebocoran negara itu mencapai 7.000 Trilyun. Dengan mengembalikan dana yang bocor itu, Prabowo optimis, jika ia terpilih menjadi presiden, ia akan mampu menggerakkan roda ekonomi melalui pertanian.

Sementara itu, Jokowi menyampaikan visi dan misinya dengan solusi-solusi praktis. Di sesi pertama penyampaian visi-misi, Jokowi sudah langsung menunjukkan dua kartu sampel yang menurutnya akan menjadi andalan untuk meningkatkan taraf ekonomi Indonesia. Keduanya adalah Karti Indonesia Sehat dan Kartu Indonesia Pintar. Jokowi juga kembali menyampaikan gagasan tentang revolusi mental sebagai syarat bagi kemajuan bangsa Indonesia.

Prabowo yang Sistematis

Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (SIGMA) menilai bahwa performa Prabowo Subianto pada saat sesi pertama debat capres terbilang sangat baik. Pasalnya dalam debat capres sesi pertama malam tadi, Prabowo sama sekali tidak menggunakan kertas contekan untuk menjelaskan berbagai program dan gagasan besarnya di depan publik. Ini menunjukkan bahwa terkait dengan visi dan misi, Prabowo dinilai sangat menguasi konsepnya. Penegasan tersebut disampaikan Direktur SIGMA, Said Salahuddin di Jakarta, Minggu (15/6).

“Rupanya Prabowo mampu tampil lebih baik lagi. Tanpa teks, Prabowo dapat menjelaskan secara sistematis programnya, lengkap dengan angka-angka yang hendak dicapainya,” tuturnya.

Jokowi Tunjukkan Contoh Konkret

Sementara itu, Jokowi diyakini telah menunjukkan pernyataan yang konkret dengan menunjukkan contoh-contoh kecil. Penilaian tersebut disampaikan Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), M. Afifudin di Jakarta, Minggu (15/6).

“Dari sisi materi, Jokowi memang lebih menunjukkan contoh-contoh kecil dan konkret dibanding Prabowo yang masih menyajikan janji-janji dalam narasi besar,” tuturnya.

Selain itu dalam debat capres kali ini, Jokowi juga telah berhasil melibatkan banyak pihak dalam memaparkan visi dan misinya di debat capres yang mengambil tema tentang ekonomi dan kesejahteraan sosial.

“Jokowi berhasil ‘melibatkan’ banyak pihak dalam pemaparan visi misinya dengan menyebut beberapa nama orang dari beberapa daerah di awal debat dan juga menyebut beberapa daerah di Indonesia di akhir debat. Ini tentu sangat menyentuh beberapa pihak yang disebut,” kata Afif.

Penilaian Kedua Timses

Tim sukses kedua kubu juga memberikan penilaian atas performa jagoannya dalam debat capres putaran kedua itu. Dari kubu Jokowi, anggota timses Anies Baswedan menilai kritikan capres Prabowo terhadap kebocoran anggaran yang membuat Indonesia rugi hingga triliun rupiah itu seakan mengkritik balik kinerja pasangannya, Hatta Rajasa.

Dia menilai bahwa kebocoran anggaran yang terjadi selama lima tahun pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono seharusnya dapat ditanyakan penyebabnya oleh pasangan duetnya, Hatta Rajasa sebagai Menteri Perekonomian saat itu.

“Banyak hal yang tadi dikritik pak Prabowo, itu seperti mengkritik menteri ekonomi periode sebelumnya. Soal kebocoran anggaran, defisit pembiayaan” katanya saat ditemui seusai debat capres di Hotel Gran Melia, Jakarta, (15/6/2014).

Secara umum, Anies menilai Jokowi berhasil menunjukkan penampilan yang bagus pada sessi debat tersebut.

Sementara itu di kubu Prabowo, Ketua Tim Sukses Mahfud MD mengaku puas dengan penampilan capres jagoannya itu.

Dari enam sesi yang dijalani, Mahfud bahkan memberi skor 5-1 untuk kemenangan Prabowo. “Mungkin yang satu untuk Jokowi ketika dia tanya yang TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah). Yang lain tidak,” ujarnya, Minggu (15/6/2014) malam.

Menurut Mahfud, apa yang menjadi visi misi Prabowo-Hatta di bidang ekonomi dan kesejahteraan sosial telah sepenuhnya tersampaikan dalam debat kali ini. Sementara untuk Joko Widodo, menurutnya, masih berkutat pada visi misi terkait perkembangan ekonomi dan belum menyentuh pada soal kesejahteraan sosial.

“Jokowi baru bicara ekonomi. Tapi kalau Prabowo kaitan ekonomi dan kesejahteraan sosial apa, baru program ekonominya. Itu jelas,” ujarnya.

Ketua Harian Partai Demokrat Syarief Hasan pun melayangkan pujian. Menurutnya Prabowo telah sukses menguasai debat kali ini. ”Prabowo lebih mengusasi panggung, karena visi misinya dalam pembangunan ekonomi lebih terlihat,” kata dia. (by/dari berbagai sumber)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL