uang pnpmJakarta, LiputanIslam.com – Memasuki masa tenang, Timses pasangan capres-cawapres menyerahkan laporan sumbangan dana kampanye ke Komisi Pemilihan Umum.

Komisioner KPU, Hadar Navis Gumay, mengatakan laporan pertama diterima dari tim pemenangan Jokowi-Kalla.

“Laporannya kami terima untuk tahap kedua digabung tahap pertama, sekitar pukul 12.00 siang tadi,” kata Hadar di kantornya, Ahad, 6 Juli 2014 seperti dilansir Tempo.

Menurut Hadar, sumbangan dana kampanye yang dilaporkan dari kubu Jokowi- JK sebesar Rp 295,14 miliar.

Sore harinya, sekitar pukul 15.30 WIB, giliran kubu  Prabowo-Hatta yang melapor ke KPU. Bendahara umum tim Prabowo-Hatta, Thomas Djiwadono, mengatakan, selama tahap kedua pengumpulan sumbangan, yakni sejak 4 Juni lalu, tim menerima sumbangan Rp 108 miliar. Sedangkan pada tahap pertama tim menerima sumbangan Rp 10 miliar.

“Kami pastikan semua sumbangan tercatat dan bisa diverifikasi,” kata Thomas.

Thomas merinci, sumbangan sebesar Rp 60 miliar berasal dari perseorangan, badan usaha, dan kelompok. Sisanya berasal dari Partai Gerindra sendiri. Sumbangan itu, tak semuanya dalam bentuk uang tunai. Sebanyak 40 persen berupa jasa dan iklan, 50 persen berupa uang tunai, dan 10 persen sisanya berupa logistik.

Thomas mengatakan, selain menerima sumbangan yang dilaporkan, timnya juga mendapat sumbangan yang tak teridentifikasi identitas penyumbangnya sebesar Rp 1,7 juta. “Pendapatan tak teridentifikasi sudah kami kembalikan ke kas negara.”

Ia menambahkan, seluruh dana sumbangan yang dilaporkan merupakan dana yang dikelola oleh tim kampanye nasional. Nilai ini tak termasuk dana yang digunakan oleh tim relawan dan partai koalisi pendukung.

Terkait laporan yang sudah diserahkan itu, Hadar mengatakan KPU akan segera mempelajarinya. “Laporan secara keseluruhan akan diaudit, dan memastikan ksumber dana yang diperoleh oleh kedua tim,” ujar Hadar. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL