Foto: Merdeka.com

Foto: Merdeka.com

Jakarta, LiputanIslam.com – Jelang Pilpres, persaingan kedua kubu pendukung Prabowo- Hatta dan Jokowi- JK makin sengit. Kemarin, pendukung Prabowo yang menamakan diri Sahabat Prabowo bersitegang dengan pendukung Jokowi di Car Free Day Bundaran Hotel Indonesia.

Kejadian bermula saat Sahabat Prabowo memulai aksi mereka memutar di Bundaran HI. Dalam perjalanan, Sahabat Prabowo sempat berpapasan dengan massa pendukung Jokowi .

Saat berpapasan tersebut, kericuhan kecil antara kedua kelompok tersebut pun tak terhindarkan. Kejadian diawali sindiran dari relawan Jokowi terhadap relawan Prabowo.”Bayaran… Bayaran… Bayaran..,” teriak pendukung Jokowi sembari mengangkat foto Jokowi.

Relawan Jokowi juga berteriak “Jokowi-Jokowi Presiden bukan Prabowo.” Tak hanya itu, pendukung Jokowi melempar kertas selebaran hingga berhamburan.

Sahabat Prabowo pun tidak mau kalah. Mereka memainkan alat musik marching band sambil berteriak : “Prabowo-Prabowo presiden.”

Pihak kepolisian yang mengetahui adanya singgungan dari kedua kelompok massa tersebut langsung mengamankan situasi.

Himbauan kepada pasangan capres cawapres dan pendukungnya untuk bersikap dewasa telah disampaikan Agum Gumelar, Ketua Umum Ketua umum DPP Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan Polri (PEPABRI). Ia meminta kedua pasangan ini agar jangan saling hujat dan menghina. Ia beralasan, bangsa ini tak akan pernah besar kalau sesama anak bangsa masih saling menghujat. Begitu pula dengan pendukungnya.

Menurut Agum, kalau proses politik ini bisa dilalui secara tertib, aman, damai, dan saling menghormati satu sama lain, maka Indonesia akan menjadi negara demokrasi terbesar dunia di masa mendatang.

”Capres-cawapres itu harus niatnya mengabdi kepada bangsa dan negara, maka kobarkan dan kembangkan pemikiran yang mencerahkan dan mencerdaskan rakyat tanpa mencaci-maki dan saling hujat-menghujat,” kata Agum.

“Saya meminta kepada kedua pasangan capres agar jangan menganggap para pendukung satu sama lain sebagai musuh atau lawan yang harus dihancurkan. Ini supaya Pilpres berjalan aman dan damai,” lanjutnya.

Menurut Agum, pasangan capres dan pendukungnya harus menghormati yang menang dan merangkul yang kalah. ”Jangan sampai lawan politik itu dianggap sebagai lawan dan musuh yang harus dihancurkan. Jokowi dan Prabowo harus saling bersikap dewasa dalam berdemokrasi agar suasana tidak memanas,” ujarnya. (ba/tribunnews/rmol/indopos)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL