fahri

foto:detikcom

Jakarta, LiputanIslam.com–Pepatah ‘mulutmu harimaumu’ agaknya cocok untuk menggambarkan situasi yang dihadapi Fahri Hamzah. Ucapan kasar politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menuai kecaman dari berbagai pihak. Ketua Fraksi PKB, Marwan Jafar bahkan mengancam akan mengepung kantor PKS bila Fajri tak meminta maaf dalam waktu 1×24 jam. Namun, Fahri menolak meminta maaf.

“Dia (Fahri) harus minta maaf 1×24 jam kalau tidak kami akan konfrontasi. Kami akan melakukan mobilisasi nasional dan akan mengepung kantor-kantor PKS,” kecam Marwan usai mengunjungi Pondok Santri Al-Khaeriyah Banten, sebagaimana dikutip Liputan6 (2/7/2014).

Kecaman terhadap Fahri muncul gara-gara komentarnya atas prakarsa Jokowi untuk menetapkan tanggal 1 Muharam sebagai Hari Santri. Fahri menulis: “Jokowi janji 1 Muharam hari Santri. Demi dia terpilih, 360 hari akan dijanjikan ke semua orang. Sinting!”

Ucapan Fahri juga telah mendorong Aliansi Santri Indonesia menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Mereka mendesak Fahri Hamzah meminta maaf.

“Kami meminta Bapak Fahri Hamzah mengklarifikasi dan meminta maaf langsung ke publik dan media terkait pernyataannya. Dia harus tampil gentleman untuk meminta maaf kepada para santri, ulama, dan kiai,” kata Agus Korib, Ketua Umum Forum Silaturahmi Santri Banten, di depan kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Pasar Minggu, Jakarta, hari ini Kamis (3/7/2014),  .

Ketua Fraksi PKB,  Marwan Ja’far menilai bahwa Fahri telah menghina santri seluruh Indonesia. Fahri juga dinilai melupakan sejarah. Sebabnya para santri juga termasuk golongan yang ikut dalam perjuangan kemerdekaan. Politisi PKB itu, menyebut Fahri masih terlalu dangkal dalam menanggapi isu-isu yang sebenarnya baik dan dalam bentuk proses saling menghargai.

“Dia melecehkan Jokowi. Dia menginjak-injak santri nasional. Dia pun lupa sejarah bahwa santri berjuang pra-kemerdekaan. Kami harus bersikap tegas dia tim sukses dan politisi. Dia nggak ngerti tanda tangan Jokowi perihal hari santri itu,” tegas Marwan.

Fahri sendiri hingga kini menolak meminta maaf, bahkan akan menuntut balik tim pemenangan Jokowi-JK yang telah melaporkan ucapan ‘sinting’-nya itu ke Bawaslu.

“Saya tidak merasa bersalah pada santri. Saya bisa tuntut balik juga, bahwa orang itu menuduh saya menghina padahal saya tidak menghina. Dia bisa minta maaf dong menuduh saya menghina. Ini permainan kata,” ujar Fahri usai memberikan klarifikasinya kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di Gedung Bawaslu, Jakarta Pusat hari ini.(dw)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL