ilustrasi-golkar-retak-3-140520-andriJakarta, LiputanIslam.com – Kisruh di dalam tubuh Golkar belum juga mereda. Kali ini, Caleg Partai Golkar paling top , Nusron Wahid, memilih merapat ke capres Joko Widodo karena Jusuf Kalla (JK) menjadi cawapresnya. Kabar yang beredar, Golkar tak menerima alasan Nusron.

Menurut Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lalu Mara Satriawangsa, sikap Golkar telah secara gamblang dijelaskan oleh Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) saat Rapat Pleno DPP semalam (22/5). Golkar mendukung pasangan capres-cawapres 2014 Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

“Ketum berpendapat lebih banyak positifnya untuk mendukung Pak Prabowo, ini untuk Indonesia yang lebih baik. Itu sudah dijelaskan semalam. Dan Nusron tidak datang semalam, yang saya tahu tidak ada keterangan,” kata Lalu.

Dia berpandangan, kepergian Nusron ke kubu Jokowi-JK tak akan berpengaruh besar terhadap pemenangan Prabowo-Hatta dari mesin pemenangan Golkar. “Cuma dulu Nusron bukan newsmaker, tapi sekarang dia jadi diberitakan, itu saja,” tuturnya.

Lantas bagaimana tanggapan Nusron dengan adanya kemungkinan bahwa dia akan dicopot dari jabatannya selaku Ketua DPP Golkar?

“Kalau masalah copot mencopot, apa pun bentuk sanksinya terserah suka-suka yang mau ngasih. Monggo…aku ora opo-opo!” kata Nusron kepada Detikcom, Jumat (23/5/2014).

Nusron yang juga Ketua GP Ansor itu pun tak sungkan kalau harus mundur. Nuraninya sudah terpagut kepada pasangan Jokowi-JK yang baginya menginterpretasikan semangat perjuangan NU.

“Namanya Bismillah. Disuruh mundur ya mundur, disuruh apa ya terserah. Lillahita’ala,” kata Nusron. Nggak usah wedi (takut) jabatan iki (itu) di dunia saja. Monggo disanksi, aku rapopo,” imbuh politisi 40 tahun ini.

Nusron yang juga caleg Partai Golkar berperolehan suara nomor satu memang telah memastikan mendukung pasangan Pilpres 2014 Joko Widodo-Jusuf Kalla. Karena berseberangan dengan sikap resmi Golkar yang mendukung Prabowo Subianto, Nusron bakal dicopot dari jabatan struktural partai.

Nusron lebih senang mendukung Jokowi-JK karena dirinya merasa perlu menunjukkan solidaritas ke JK. “Yang kedua, saya orang Golkar, Pak JK mantan Ketua Umum Golkar, ya saya solidaritas,” tutur Nusron. (ba/LiputanIslam.com)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL