Dirut RRI

Dirut RRI Niken Rosalita Widiastuti

Jakarta, LiputanIslam.com–Hasil hitung cepat (quick count) RRI yang mencatatkan suara terbanyak diraih pasangan Jokowi-JK menimbulkan polemik. Dari hasil quick count itu, jumlah pemilih pasangan calon presiden-calon wakil presiden, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, sebesar 47,51 persen, sementara pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla mendapatkan 52,49 persen. Beredar di sejumlah media online, berbagai tuduhan terhadap RRI,  antara lain RRI tidak netral, RRI tidak melakukan quick count, melainkan exit poll, atau RRI seharusnya tidak boleh melakukan quick count.

Menanggapi polemik ini, Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (RRI) Niken Rosalita Widiastuti memberikan penjelasan lengkap dalam situs RRI, Selasa (15/7):

1. Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI dalam rangka Pemilu 2014 menyelenggarakan program radio pemilu 2014, salah satunya adalah Quick Count. Penyelenggara quick count adalah Puslitbangdiklat RRI yang mempunyai tugas dan fungsi melakukan survei, penelitian, pendidikan, pelatihan dan pengembangan peran LPP RRI.

2. Quick count dengan Metode Multistage Random Sampling yang dilakukan Puslitbangdiklat RRI bertujuan untuk memberikan layanan informasi yang obyektif kepada publik didasarkan pada kaidah keilmuan dengan mengedepankan nilai-nilai netral dan independen, tanpa pretensi dan tanpa keberpihakan dengan capres-cawapres manapun.

3. Quick count yang dilakukan Puslitbangdiklat RRI bebas dari pengaruh pihak luar karena seluruh pembiayaan menggunakan anggaran Puslitbangdiklat LPP RRI.

4. Penyelenggaraan Quick count oleh Puslitbangdiklat RRI telah mendapat ijin dari KPU melalui sertifikat KPU nomor 035/LS-LHC/KPU-RI/II/2014 yang ditandatangani oleh ketua KPU pada bulan Februari 2014.

5. Quick count yang dilakukan Puslitbangdiklat RRI pada Pemilu Legislatif memiliki tingkat keakurasian yang tinggi mendekati hasil penghitungan nyata oleh KPU, yakni di bawah toleransi kesalahan 1 %. Kinerja Quick Count RRI tersebut telah diapresiasi oleh Komisi I DPR RI dan banyak pihak lainya.

6. Selain quick count, Puslibangdiklat RRI juga menyelenggarakan Exit Poll dan News Feeding ( Berita dari TPS amatan). Bahkan sebelum Pemilu Legislatif Puslitbangdiklat menyelenggarakan survei pra-Pemilu untuk mengetahui persepsi publik terhadap Pemilu dan persepsi publik terhadap siaran Pemilu RRI.

7. Hasil quick count Puslitbangdiklat LPP RRI hanya digunakan sebagai referensi. Hasil yang pasti adalah hasil dari Real Count Komisi Pemilihan Umum.

Demikian penjelasan tentang Quick Count Puslitbangdiklat LPP RRI. Kami mengucapkan terimakasih yang tulus atas dukungan, kritik dan saran dari semua pihak, yang semua itu untuk memotivasi seluruh Angkasawan-angkasawati RRI agar selalu memberikan layanan yang terbaik kepada masyarakat untuk kepentingan bangsa dan negara. [akhir kutipan]

Akibat dari hasil quick count tersebut, kemarin (15/7/2014), Dirut RRI dipanggil  Komisi I DPR RI yang mempertanyakan hitung cepat yang dilakukannya dalam Pemilu Presiden 2014.

Kepada wartawan, seperti dikutik Kompas.com,  Niken menjelaskan, “Quick count ini memiliki data obyektif dari 2.000 TPS di tingkat kecamatan. Selain itu, kami juga memiliki 2.000 relawan yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.”

Ia menambahkan, para saksi itu diberi tugas untuk melaksanakan exit poll dengan cara mewawancarai pemilih setelah menggunakan hak pilihnya di tempat pemungutan suara (TPS). Wawancara itu diperlukan untuk mengetahui kecenderungan pemilih dalam menentukan pilihannya.

“Ketiga, melakukan news feeding. Relawan kita juga melaporkan di salah satu TPS yang punya news value tinggi, untuk kemudian melaporkan ke pusat data dan untuk kepentingan siaran,” ujarnya Niken di kompleks Gedung MPR/DPR RI. (dw)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL