debate10eJakarta, LiputanIslam.com — Komisioner Komisi Pemilihan Umum, Hadar Nafis Gumay, menegaskan tidak ada kasus kebocoran pertanyaan debat calon presiden (capres). Baik debat yang digelar pada 9 Juni lalu, mau pun debat 15 Juni mendatang.

Hadar Nafis Gumay, kepada wartawan di percetakan PT.Gelora Aksara Pratama, Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (14/6/2014), mengatakan bila ada menuduh telah terjadi kebocoran, ia berharap sang penuduh bisa membuktikannya, seperti dilansir Tribunnews.

“Kalau ada yang bisa membuktikan, silahkan,” katanya.

Dalam kesempatan itu ia juga menghimbau, agar media memberitakan sesuatu yang positif soal pemilihan presiden (pilpres), termasuk soal debat.

Ia berharap dengan pemberitaan positif, maka akan tercipta ketenangan di masyarakat, sehingga pencoblosan bisa berlangsung dengan aman dan damai.

Pasangan yang terpilih pun adalah pasangan yang benar-benar pilihan rakyat, yang bisa membawa kemajuan negri ini.

“Beritakan yang sesungguhnya ada, bukan dibuat-buat, ciptakan ketenangan di masyarakat,” ujarnya.

Sebelumnya, marak beredar berita bahwa materi debat capres cawapres telah bocor, sebagaimana berita dari Suaranews berikut:

 

Suaranews: Bocor Materi Debat, KPU dan Jokowi Enggan Minta Maaf

Memasuki hari kelima terhitung sejak dugaan pembocoran soal dan materi debat capres 9 Juni 2014 merebak ke masyarakat luas, tetap tidak ada penyampaian permohonan maaf secara terbuka dari Jokowi, Jusuf Kalla dan tim sukses mereka yang diduga terlibat perbuatan curang itu.

Permohonan maaf dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan atau dari oknum KPU terduga pembocoran soal dan materi debat capres, Hadar Nafis Gumay juga tidak terdengar. Sikap tidak jujur dan tidak ksatria ini mencerminkan buruknya moral dan karakter para pelaku pelanggaran peraturan perundang-undangan terkait pemilihan umum. Demikian penilaian disampaikan Junaidi, pengamat politik dan praktisi hukum kepada GebrakNews di Jakarta, Kamis (12/6/14).

“Perbuatan curang itu sangat memalukan. Tidak adanya permintaan maaf dari para pelaku adalah bukti kebobrokan moral dan intergitas mereka. Termasuk Pak Jokowi dan KPU selaku penyelenggara pemilu. Ini menyedihkan,” sesal pengacara senior itu.

Sementara itu,  anggota Dewan Pakar Tim Sukses Prabowo-Hatta, Hidayat Nur Wahid, menyayangkan dugaan pembocoran materi debat capres kepada salah satu kubu peserta Pemilihan Umum

Presiden (Pilpres) 2014. Menurutnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) harus menjaga sikap mereka dimasa kritis Pilpres saat ini.

“Ke depan, tidak boleh ada lagi kasus semacam ini (bocornya materi capres). Komisioner KPU harus sadar betul ini masa-masa kritis,” kata Hidayat , di Ancol, Jakarta, Rabu (11/6/2014) malam.

Menurutnya, para komisioner KPU harus menyadari betul posisi mereka sebagai penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu) yang senantiasa menjaga kenetralan.

“Mereka tidak boleh membuat kredibilitas dan legitimasi dari Pilpres menjadi tercoreng hanya karena kecerobohan dari komisioner KPU,” tukasnya.

Pada Minggu (8/6/)sekitar pukul 23.30 Wib di restoran Satay House Senayan, Menteng Jakarta Pusat,  Arif Puyono aktivis karyawan BUMN memergoki pertemuan Komjen Budi Gunawan, Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay dan politisi senior PDIP Trimedya Panjaitan tengah berbicara serius. Puyono memotret pertemuan itu dan mempublikasikannya melalui media massa. Belakangan ditenggarai pertemuan tiga tokoh itu terkait pembocoran soal dan materi debat pilpres yang diselenggarakan pada keesokan harinya (9/6). Pembocoran ini menguntungkan pasangan Jokowi – JK.

KPU, tim sukses Jokowi – Jusuf Kalla dan capres Jokowi semuanya bungkam dan tidak bersedia berkomentar menanggapi kecurangan mereka. http://www.suaranews.com/2014/06/bocor-materi-debat-kpu-dan-jokowi.html

(ba/LiputanIslam.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL