sby prabowo-hattaJakarta, LiputanIslam.com – Dikunjungi oleh pasangan capres-cawapres Prabowo-Hatta beserta tim suksesnya, Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Jumat malam (4/7/2014) mendoakan agar cita-cita keduanya dikabulkan oleh Allah Swt.

“Allah Taala yang bisa menolong bangsa ini, menolong Pak Prabowo dan Pak Hatta Rajasa, dan kalau meminta doa, mintalah doa restu ke rakyat Indonesia, saya hanya salah satunya Pak Prabowo. Insya Allah, Allah Taala akan mengabulkan cita-cita mulia Pak Prabowo dan Pak Hatta,” ungkap dalam tatap muka dengan mereka di Puri Cikeas, Jawa Barat, sebagaimana diberitakan Detikcom.

Dia berharap cita-cita Prabowo-Hatta mendatangkan kebaikan bagi masa depan rakyat Indonesia. “Dan cita-cita bapak berdua dikabulkan dan membawa kebaikan dan masa depan yang lebih baik bagi rakyat Indonesia,” ujarnya.

Dia menambahkan, “Karena saya ingin hari esok lebih baik dari hari ini, dan saya yakin itu juga yang ada di hati Pak Prabowo dan Pak Hatta.”

Prabow-Hatta ke Cikeas berkunjung ke Cikeas bersama rombongan yang terdiri atas para elit tim sukses antara lain Ketum Golkar Aburizal Bakrie, Ketum Gerindra Suhardi, Bendahara Umum Partai Golkar Setya Novanto, Ketua DPP PAN Zulkifli Hasan, Presiden PKS Anis Matta, Ketua DPP PAN Tjatur Sapto Edy, Waketum Gerindra Fadli Zon, dan Bos media MNC Group Hary Tanoesoedibjo.

Menurut laporan Kompas, Presiden juga mengemukakan beberapa nasihat untuk duet Prabowo-Hatta.

Pertama adalah bahwa pemimpin harus bersabar di era kebebasan dan demokrasi. Dia mengatakan, “Ini era kebebasan, demokrasi dan masyarakat yang kritis, masyarakat memiliki harapan yang tinggi. Sering kali masyarakat menyalahkan presidennya,”

Kedua, pemimpin harus terus bekerja dan berikhtiar. “Yang penting bekerja dan berikhtiar pasti ada yang dihasilkan. Meskipun rakyat kita kritis, bahkan bisa jadi dihujat dan disalahkan, jadi terus bekerja dan berikhtiar,” tuturnya.

Ketiga, pemimpin harus meletakkan kepentingan rakyat di atas kepentingan partai, kelompok, bahkan keluarga.

Nasihat terakhir ialah bahwa pemimpin harus mengedepankan dan menghormati nilai-nilai demokrasi. Dia menuturkan, “Indonesia sudah menjadi negara yang demokratis. Meskipun demikian, bagaimanapun, demokrasi ini harus tetap dihormati.” (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL