demokrat41Jakarta, LiputanIslam.com – Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai masih memiliki basis pemilih loyal di Indonesia. Karena itu, kubu capres dan cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa optimis dukungan resmi Partai Demokrat kepada pasangan nomor urut satu ini akan memberikan kontribusi besar.

Sebagaimana diberitakan Kompas, anggota tim pemenangan Prabowo-Hatta, Viva Yoga Mauladi, menyatakan optimisme tersebut Rabu (2/7/2014) di Jakarta sembari menyatakan bahwa kontribusi suara untuk Prabowo-Hatta bukan hanya akan datang dari Partai Demokrai sendiri, melainkan juga dari para simpatisan SBY yang berasal dari partai-partai lain.

“Dukungan Demokrat dan SBY menjadi energi tambahan. Suaranya akan mengalir dari dalam dan luar Partai Demokrat,” ujar Viva.
Viva mengaku optimis karena SBY sudah terpilih sebagai presiden di dua periode sebelumnya, apalagi pada periode kedua dia terpilih dengan suara mayoritas dengan jumlah yang sangat signifikan.

Selain itu, lanjutnya, budaya politik patriarkal masih kuat di tengah masyarakat Indonesia. Artinya, masih banyak kelompok pemilih yang menentukan pilihannya berdasarkan sikap figur yang dikaguminya.

Dia mengatakan, “Jangan remehkan SBY effect. SBY masih memiliki pesona di mata pemilihnya.”

Senin lalu (30/72014) Partai Demokrat mendeklarasikan dukungannya kepada duet Prabowo-Hatta. Ketua Harian DPP Partai Demokrat, Syarief Hassan mengatakan, “DPP Partai Demokrat memutuskan dan menginstruksikan seluruh pengurus DPP, DPD, DPC, kader-kader

Demokrat, seluruh simpatisan, serta sayap organisasi Partai Demokrat, untuk mendukung Prabowo-Hatta.”
Dia menjelaskan bahwa keputusan politik itu dinyatakan sesuai keputusan DPP Partai Demokrat termasuk Ketua Umum SBY. “Statemen politik hari ini adalah statemen politik DPP Partai Demokrat. Memberikan dukungan penuh kepada pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa,” tuturnya.

Di pihak lain, calon wakil presiden Jusuf Kalla mengaku tidak yakin kalangan Demokrat akan mutlak mendukung Prabowo-Hatta . Hal yang sama juga dikemukakan oleh Wiranto selaku anggota Tim Penasihat Pemenangan pasangan Jokowi-JK. “Apakah itu dukungan resmi partai, apakah itu dukungan parsial?” kata, Wiranto, di Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (2/7/2014), sebagai dikutip Detikcom.

Faktanya, instruksi DPP Partai Demokrat itu diabaikan oleh sejumlah kadernya. Anggota DPR dari Partai Demokrat Nova Riyanti Yusuf yang sejak awal memilih merapat dengan kubu Jokowi-JK masih tetap pada pendiriannya.

Ruhut Sitompul juga demikian. Ruhut beralasan, “Kenapa aku ke kubu Pak Jokowi? Karena dia teraniaya. Aku tidak senang melihat orang teraniaya, karena apa pun Jokowi sudah tidak bisa dibendung, Jokowi sudah kehendak Tuhan menjadi presiden yang ketujuh.”

Tak kalah tegasnya, sehari setelah instruksi Partai Demokrat itu keluar, Hayono Isman malah menyatakan bergabung ke dalam barisan Jokowi-JK. (mm)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL