Ruhut-S-PD-by-portaltigaJakarta, LiputanIslam.com — Partai Demokrat (PD) berlabuh ke Prabowo-Hatta, tapi Ruhut Sitompul, Juru Bicara PD keukeuh tetap mendukung pasangan Jokowi-Jusuf Kalla. Mengapa?

“Kenapa aku ke kubu Pak Jokowi? Karena dia teraniaya. Aku tidak senang melihat orang teraniaya, karena apa pun Jokowi sudah tidak bisa dibendung, Jokowi sudah kehendak Tuhan menjadi presiden yang ketujuh,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Harian DPP Partai Demokrat, Syarief Hasan, menyatakan secara resmi dukungan PD kepada kubu ‘Garuda Merah’.

“DPP Partai Demokrat memutuskan dan menginstruksikan kepada pimpinan DPD, DPC, dan kader Demokrat, dan simpatisan Demokrat, termasuk organisasi sayap Demokrat untuk memberikan dukungan penuh sekaligus suaranya kepada Prabowo-Hatta dalam Pilpres 9 Juli mendatang,” kata Syarief, seperti dilansir Kompas 30 Juni 2014.

Ruhut Sitompul menghormati keputusan partainya. Namun ia tetap dukung Jokowi-JK.

“Apa kata dunia kalau gua pindah, kan gua punya pride (harga diri). Saya tetap (mendukung) Jokowi,” ujar Ruhut.

Tidakkah Ruhut khawatir dipecat? Sayang ia tidak mau berkomentar terhadap hal tersebut.

Dahlan Iskan, Menteri BUMN yang mendukung pasangan Jokowi-JK menyatakan kehadiran Ruhut bisa menghasilkan manfaat jika dikelola dengan baik. Tapi jika salah mengolahnya maka bisa juga menjadi bumerang bagi Jokowi-JK.

Bagi Dahlan,  dukungan Ruhut tak ubahnya dengan cara memelihara kuda. Berbagai jenis kuda dapat dibentuk sesuai keperluan tergantung bagaimana si pemilik kuda melatih atau merawatnya.

“Kalau bisa memanfaatkan sikap baiknya (Ruhut) saya kira enggak apa-apa. Kalau teman-teman enggak bisa menampung sisi baiknya, ya merugikan,” katanya.

Saat ini banyak pihak menilai, bahwa dukungan Ruhut ke kubu Jokowi justru akan menjadi bumerang karena dianggap akan menurunkan elektabilitas pasangan nomor urut dua tersebut. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL