JK HRJakarta, LiputanIslam.com — Dalam debat calon wakil presiden yang menampilkan Hatta Rajasa dan Jusuf Kalla (JK) tadi malam, sempat diwarnai sindir-menyindir. Bertempat di di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, kedua cawapres menyampaikan visi-misinya yang berkaitan dengan tema ‘Pengembangan Sumber Daya Manusia dan IPTEK’. Berikut ini adalah momen saat JK menyindir Hatta.

Kebocoran Anggaran Rp 1.000 Triliun

Bahasan tentang kebocoran Rp 1.000 triliun kembali muncul di debat cawapres. Hatta Rajasa menjawab pertanyaan Jusuf Kalla tentang kebocoran ini.

“Setiap debat, Pak Prabowo mengatakan tentang kebocoran daripada keuangan negara. Apa Anda ketahuan itu selama di pemerintahan?” tanya JK seperti dilansir detikcom, 30 Juni 2014.

Banyak pihak, semisal Chairul Tanjung selaku  Menko Perekonomian, yang menolak pernyataan Prabowo mengenai kebocoran anggaran 1.000 triliun. Dan dinilai, harusnya kebocoran itu ditanyakan kepada cawapresnya (Hatta Rajasa) mengingat sebelumnya, Hatta duduk di kabinet sebelum digantikan Chairul. Bagaimana tanggapan Hatta?

“Saya perlu menjelaskan Pak Prabowo Subianto capres kami tidak mengatakan kebocoran itu bersumber Rp 1.000 triliun dari APBN.  Yang dimaksud [dengan kebocoran] itu adalah pontensial lost,” jawab Hatta.

Menurut Hatta, agar potensial lost tidak terjadi, Indonesia harus bisa memanfaatkan sekecil apapun untuk meraih keuntungan. Hatta lantas mencontohkan tentang bisnis batu bara. Pebisnis di Indonesia harus menerapkan manajemen yang baik agar nilai jual batu bara tersebut menjadi tinggi.

“Di pemerintahan Pak SBY mengarah untuk memperbaiki itu, jadi tidak betul Rp 1.000 triliun adalah kebocoran dari APBN,” tuturnya.

Ditanya JK, Hatta Banggakan UU, Bibit, dan Pembangkit Listrik Sebagai Inovasi Saat Jadi Menristek

“Pak Hatta, Anda pernah Menristek. Ristek itu inovasi kembangkan teknologi, pencapaian sesuatu. Inovasi apa yang begitu menggembirakan Anda, membanggakan Anda, sehingga perlu diucapkan selamat atas inovasi itu,” tanya JK.

Hatta Rajasa menyebut keberhasilannya menuntaskan undang-undang, bibit unggul, serta pembangkit listrik sebagai inovasi yang membanggakan selama berkiprah sebagai Menteri Riset dan Teknologi (Menristek).

“Sebelum inovasi, saya letakkan dulu dasar-dasar kita mengembangkan sistem penelitian pengembangan IPTEK. Tahun 2002, saya tuntasukan UU Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Ini legal kita untuk funding pemerintah ke swasta dan pemerintah bisa keluarkan insentif untuk itu,” jawab Hatta.

Hatta juga menonjolkan prestasinya dalam bidang modifikasi pangan. Sementara di bidang energi, ia membanggakan gagasannya tentang pembangkit listrik.

“Inovasi apa? Di pangan, begitu banyak temuan genetik modified pangan, padi terutama yang diaplikasikan LIPI dan BPPT dan perguruan tinggi IPB. Kita fokus IPB pangan, ITB materaial dan transportasi di timur. Itu bermanfaat dan dijalankan. Energi, Pak JK ingat, saya gagas tidak boleh pembangkit di bawah 15 MW. Saya sayangkan 10.000 MW yang tidak jalan. Saya bangga dengan itu pak JK,” papar Hatta.

JK membalas, menurutnya saat ini Indonesia justru melakukan impor besar-besaran. Sedangkan pada tahun 2009 saat JK di dalam pemerintahan, Indonesia bisa swasembada pangan. Meski demikian, menurut Hatta, ia sudah melakukan inovasi dan bangga atas pencapaiannya. (ba)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL