jokowi-prabowo2Jakarta, LiputanIslam.com – Hasil jajak pendapat yang dirilis lembaga Cyrus Network di Menteng, Jakarta Pusat Selasa (10/6/2014) menunjukkan keungggulan elektabilitas pasangan capres cawapres Jokowi-Jusuf Kalla, yaitu 53,6 persen, sedangkan elektabilitas pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa 41,1% atau tertinggal sebesar 12,5 persen.

Survei ini dilakukan selama jangka waktu 25-31 Mei 2014 dan memiliki angka unidentified voters tinggal sekitar 5%. Dari 5% tersebut, preferensi mereka tetap bisa dipetakan dengan instrument lanjutan.

Sekitar 2,9% cenderung memilih Jokowi-JK, sementara 0,8% cenderung memilih Prabowo-Hatta, dan sisanya tetap merahasiakan pilihan.

Survei juga menyebut ada 30 persen calon pemilih yang mengaku mempertimbangkan debat capres-cawapres sebagai preferensi untuk memantapkan pilihan. Warga bisa saja mengubah pilihannya setelah melihat debat capres dan cawapres.

“Hal ini mestinya digunakan oleh kedua capres untuk memperlebar selisih suara, atau sebaliknya memperkecil tingkat elektabilitas,” kata kata Direktur Eksekutif Cyrus Network Hasan Nasbi saat dalam jumpa pers di Menteng, Jakarta Pusat Selasa (10/6/2014)

Lembaga survei Cyrus Network menyebut elektabilitas calon presiden Prabowo sebenarnya terus mengalami peningkatan signifikan. Namun dengan hanya tiga pekan waktu tersisa, capres yang diusung koalisi Partai Gerindra, PAN, PKS, PPP, Partai Golkar dan PBB itu sulit mengejar elektabilitas Joko Widodo.
Direktur Eksekutif Cyrus Network Hasan Nasbi mengatakan pada periode November 2013-Februari 2014-Mei 2014, elektabilitas Prabowo pada pertanyaan terbuka meningkat dari 11% menjadi 16%, dan sekarang 38%. Angka kenaikan ini sangat drastis.

Namun kenaikan elektabilitas juga dialami oleh Jokowi. Pada periode yang sama capres yang diusung PDI Perjuangan, PKB, Partai NasDem, Partai Hanura dan PKPI itu mendapatkan angka elektabilitas terbuka sebesar 28%, 27%, dan 51%.

“Jadi kedua tokoh ini sebenarnya sama-sama mengalami kenaikan, terutama setelah kandidat mengerucut menjadi 2 pasangan saja,” kata Hasan.

Menurut dia, dengan sisa waktu yang hanya sekitar 3 minggu lagi, sulit bagi Prabowo untuk membuat perubahan berarti. Apalagi jika kejutan itu baru direncanakan hari ini. Hasan menyebut, angka akhir kompetisi ini sudah bisa diprediksi sejak sekarang.

Cyrus memprediksi di pilpres nanti Jokowi-JK bisa memperoleh angka sedikitnya 56,5%. Sementara Prabowo-Hatta sejauh ini dengan potensi suara sekitar 43,5%.

“Angka ini akan segera kami konfirmasi dengan hasil survei berikutnya yang dilaksanakan 10-15 Juni ini,” kata Hasan. (mm/detik)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL