JKJW3Jakarta, LiputanIslam.com — Jelang Pilpres, kampanye hitam semakin menjadi-jadi. Capres PDIP Joko Widodo termasuk sangat sering diterpa isu miring, bagaimana cara dia menepisnya?

Pada mulanya, Jokowi tidak berminat menanggapi kampanye hitam yang menyerangnya, namun beberapa pihak menyarankan perlunya klarifikasi agar tidak dianggap sebagai kebenaran.

“H itu haji, bukan Herbertus,” kata Jokowi meluruskan kampanye hitam yang mengatakan Jokowi keturunan Tionghoa dengan nama baptis Herbertus.

Jokowi dan tim pun terus berusaha menepis isu-isu miring seputar agama. Salah satunya dengan menggandeng ulama dan ormas Islam. Ia menyambangi kantor DPC Nahdlatul Ulama di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Jokowi meminta para kiai bisa membantu meluruskan serangan soal identitas Jokowi.

Dalam kampanye hitam, Jokowi diserang sebagai keturunan Tionghoa dan tak bisa jadi imam salat.

“Saya minta para kiai sampaikan apa adanya. Saya kurus, wajah saya ndeso agar fitnah-fitnah yang berkembang bisa dipertimbangkan rakyat,” kata Jokowi, Sabtu (7/6) seperti dilansir Merdekacom.

Jokowi meminta para kiai menyampaikan hal itu saat khotbah atau tausiyah di kampung-kampung. “Bicarakan apa adanya. Jangan dilebih-lebihkan. Yang penting kalau sudah diberikan amanah. Insya Allah dijalankan,” ujar Jokowi.

Jokowi juga menegaskan bahwa ia sudah beberapa kali umrah dan naik haji. “Harus dijelaskan. Kalau ndak, fitnah aja nanti. Dengan terpaksa saya agak sombong sedikit, riya’ (pamer) sedikit. Karena difitnah terus. Berapa kali saya umrah dan haji, saya sebarkan,” ujarnya.

Menurut Jokowi, hal itu harus disampaikan untuk menepi isu-isu yang beredar di masyarakat dan menjadi fitnah yang meresahkan. Jokowi mengaku banyak pihak yang ingin menjatuhkan namanya. Mengapa?

“Karena cari kesalahan dan dosa politik saya ndak ada. Jadi gampangnya cari fitnah. Pokoknya jangan percaya. Kita [yang] pintar ndak mungkin [begitu] diberi isu, langsung belok [berubah pikiran]. Nggak usah didengerin lah isunya.”

Jokowi juga menyambangi kediaman Habib Abdullah di Jalan Masjid 2, Empang Raya, Bogor, Jawa Barat. Kedatangan Jokowi untuk meminta nasihat dari sesepuh habib tersebut jelang pemilihan presiden mendatang.

Jokowi mengaku kedatangannya ke Empang, Bogor untuk bersilaturahmi dengan para habib dan meminta nasihat serta wejangan dalam menghadapi pemilihan presiden. “Kami ke sini ke rumahnya Habib Abdullah dalam rangka silahturahmi.”

Jokowi juga pulang ke kampung halamannya di Solo, Jawa Tengah. Dia mengunjungi sahabatnya, KH Abdul Karim, di Pondok Pesantren (ponpes) Al Quraniy Azzayadiy, Laweyan. Kedatangannya tersebut disambut lantunan salawat oleh ratusan santri. Bahkan saat akan pulang para santri meneriaki Jokowi dengan kata-kata, “Jokowi, top banget”.

Gus Karim mengatakan, dirinya kenal Jokowi sudah sejak mencalonkan diri sebagai wali kota Solo periode pertama. Saat itu dirinya mau bergabung menjadi tim sukses lantaran mengetahui persis kepribadian Jokowi .

“Lihat saja dulu pas deklarasi damai capres. Selesai berpidato, Jokowi disambut dengan shalawat.”

“Pak Jokowi yang membuat acara Solo bershalawat. Beliau juga orang pertama yang punya ide salat teraweh 23 rakaat di Loji Gandrung (rumah dinas wali kota Solo). Dan beliau selalu di shaf paling depan, menjadi makmum,” ujar Gus Karim menambahkan (ba/LiputanIslam.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL