jokowijkphinsiJakarta, LiputanIslam.com–Presiden RI terpilih, Joko Widodo dengan didampingi Wakil Presiden terpilih, Jusuf Kalla,  menyampaikan pidato kemenangan di atas kapal Phinisi, pada Selasa (22/7) malam pukul 22.45. Kapal yang ditambatkan di Dermaga 9, Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, itu berwarna putih dengan perut bagian bawah dicat kuning bergaris merah. Tertulis ‘Hati Buana Setia’ di lambung kapal ini.

Jokowi memulai pidatonya dengan menyampaikan terimakasih dan penghargaan kepada Prabowo dan Hatta yang disebutnya sebagai ‘sahabat’ dalam berkompetisi dalam proses pemilu yang demokratis. Selanjutnya, Jokowi menyatakan bahwa kemenangan yang diraihnya adalah kemenangan seluruh rakyat Indonesia.

“Kemenangan ini adalah kemenangan seluruh rakyat Indonesia. Kita berharap kemenangan rakyat ini akan melapangkan jalan untuk mencapai Indonesia yang berdaulat secara politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.”

Jokowi juga menyinggung situasi politik Tanah Air dalam beberapa bulan terakhir ini yang memunculkan perbedaan politik hingga seakan menjadi alasan untuk memisahkan.Menurutnya, keragaman memang pasti ada dalam demokrasi. Namun, hubungan antar masyarakat tetap harus menjadi pondasi dalam Indonesia yang satu.

Jokowi juga mengajak bangsa Indonesia untuk kembali ke takdir sejarahnya sebagai bangsa yang bersatu, bangsa yang satu, yaitu bangsa Indonesia. Ia mengimbau semua elemen bangsa agar memulihkan kembali hubungan keluarga dengan keluarga, tetangga dengan tetangga, serta teman dengan teman yang sempat renggang.

Ia mengatakan, “Kita bersama sama bertanggung-jawab untuk kembali membuktikan kepada diri kita, kepada bangsa-bangsa lain, dan terutama kepada anak-cucu kita, bahwa politik itu penuh keriangan; politik itu di dalamnya ada kegembiraan; politik itu ada kebajikan; politik itu adalah suatu pembebasan.”

Jokowi juga menilai bahwa pilpres kali ini memunculkan optimisme baru bagi bangsa ini Indonesia. Ia melihat kembali hidupnya semangat kesukarelaan yang telah lama terasa mati suri. Apa yang ditunjukkan para relawan, mulai dari pekerja budaya dan seniman, sampai pengayuh becak, memberikan harapan bahwa ada semangat kegotong-royongan, yang tak pernah mati.

Semangat gotong royong itulah yang akan membuat bangsa Indonesia bukan saja akan sanggup bertahan dalam menghadapi tantangan, tapi juga dapat berkembang menjadi poros maritim dunia, locus dari peradaban besar politik masa depan.

“Saya hakkul yakin bahwa perjuangan mencapai Indonesia yang berdaulat, Indonesia yang berdikari dan Indonesia yang berkepribadian, hanya akan dapat tercapai dan terwujud apabila kita bergerak bersama,” lanjut Jokowi.

Jokowi selanjutnya meminta seluruh elemen bangsa agar kembali bekerja secara normal. “Mulai sekarang, petani kembali ke sawah. Nelayan kembali melaut. Anak kembali ke sekolah.
Pedagang kembali ke pasar. Buruh kembali ke pabrik. Karyawan kembali bekerja di kantor.”

Di akhir pidatonya, Jokowo meminta agar semua atribut pilpres tidak lagi dipakai. Ia mengatakan, “Lupakanlah nomor 1 dan lupakanlah nomor 2. Marilah kembali ke Indonesia Raya.Kita kuat karena bersatu.Kita bersatu karena kuat!”

Lalu, Jokowi bersama Jusuf Kalla mengacungkan tiga jari, sambil berkata, “Salam 3 Jari, Persatuan Indonesia!” (by)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL