duet jokowi jkJakarta, LiputanIslam.com— Bendung maraknya kampanye hitam, Gerakan Pemuda Ansor sebar buku “Sembilan Alasan Memilih Jokowi-JK”. Seperti apa bukunya, dan dimana akan disebarkan?

“Kami sudah menyiapkan sebanyak 10 ribu eksemplar untuk disebar di sejumlah desa, dengan tujuan membendung tabloid Obor Rakyat yang menyudutkan  Jokowi,” kata Ketua GP Ansor Jember Ayub Junaidi.

Menurutnya, buku tersebut untuk mengklarifikasi informasi yang tidak valid yang disebarkan melalui tabloid Obor Rakyat.

“Buku itu memuat sejumlah jawaban atas pertanyaan dan keraguan yang muncul terhadap  Jokowi yang dituding sebagai warga non-muslim, capres boneka dan isu-isu SARA yang menyudutkan, karena semua itu tidak benar,” paparnya.

Untuk itu, pihaknya menyiapkan sebanyak 2.500 kader GP Ansor dan Banser Jember untuk menyebarkan buku “Sembilan Alasan Memilih Jokowi-JK” tersebut, di masing-masing desa akan melibatkan 10 kader.

“Fokus utama adalah daerah yang sudah dijadikan sasaran penyebaran tabloid Obor Rakyat seperti di sejumlah pondok pesantren yang menjadi basis massa NU. Rencananya buku itu akan disebar di Kecamatan Ajung, Mayang, Mumbulsari, Pakusari, dan Tempurejo,” katanya seperti dilansir Antara, Senin 23 Juni 2014.

Sementara itu, tabloid Obor Rakyat edisi ketiga yang isinya juga menyudutkan Jokowi  kembali beredar di Jember. Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah di Kecamatan Silo, KH Imam Haramain mengaku mendapat kiriman beberapa eksemplar tabloid Obor Rakyat edisi ketiga yang diterima oleh santrinya di halaman pesantren setempat.

“Tabloid itu dikirim oleh orang yang tidak dikenal dengan mengendarai sebuah mobil dan diberikan kepada santri saya yang kebetulan berada di depan pesantren,” tuturnya.

Foto: Tribunnews.com

Foto: Tribunnews.com

Apa Kabar, Pimred Obor Rakyat?

Setiyardi Budiono dikabarkan telah mengundurkan diri sebagai komisaris PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero). Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara  Dahlan Iskan menyatakan, ia mendengar kabar pengunduran diri Setiyardi tersebut dari internal BUMN.

“Katanya sudah mengundurkan diri, dari temen-teman di kementerian,” ujar Dahlan di Jakarta, Senin  23 Juni 2014, seperti dilansir Liputan6.

Setiyardi, memenuhi panggilan kedua Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri untuk diperiksa. Ia menyampaikan kekecewaannya kepada Gubernur DKI nonaktif Joko Widodo yang menjadi kandidat capres pada Pilpres 2014. Dia juga  menampik keterlibatan Istana dalam pendanaan tabloid besutannya.

“Ini inisitaif saya pribadi, ini baju kotak-kotak, saya warga DKI yang kecewa dibohongi oleh Pak Jokowi,” tegasnya. (ba)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL