TPIDJakarta, LiputanIslam.com–Debat kedua capres dan cawapres yang digelar pada Ahad (15/6/2014) semalam masih hangat diperbincangkan hingga hari ini. Sejumlah kalangan menilai, Capres Joko Widodo berhasil ‘menendang gol ke gawang lawan’ berkat pertanyaannya terkait TPID.

Prabowo sempat ‘kebobolan gawang’ karena tidak mengetahui apa itu TPID. Setelah dijelaskan Jokowi bahwa TPID adalah Tim Pengedali Inflasi Daerah, Prabowo menjawab, “Jika tim ya ditingkatkan peran kepala daerah dalam menangani inflasi.”

Pengamat ekonomi, Yanuar Rizki menilai, jika debat capres diibaratkan pertandingan bola, Jokowi sudah menciptakan gol dari blunder lawan. Namun, sayangnya, Jokowi tidak mengeksplorasi lebih lanjut.

“Harusnya semalam Jokowi menanggapi lagi untuk mencerahkan masyarakat sekaligus mengangkat persoalan TPID yang ia tanyakan sebenarnya masuk ke dalam domain visi dan strategi presiden,” tulis Yanuar dalam web pribadinya, rizky.elrizky.net.

Lebih lanjut Yanuar menulis, TPID pada dasarnya dirintis oleh otoritas moneter sejak lama dan merupakan peran yang dimainkan BI untuk mengatasi inflasi terkait distribusi sebagai penyebab inflasi. Salah satunya upaya yang dilakukan dalam menekan inflasi adalah dengan pemantuan harga pangan di daerah. Karena Indonesia menganut sistem otonomi daerah, eksekusi program ini ada di tangan pemerintah daerah. Pemerintah Pusat berperan dalam hal koordinasi antar-TPID ini.

Sejak tahun 2009, diselenggarakan Rakornas (rapat koordinasi nasional) TPID tahunan untuk mengkoordinasi antar TPID. Dalam Rakornas ke-5 TPID bulan Mei 2014 di Jakarta, yang dihadiri oleh Presiden SBY, Jokowi mendapatkan penghargaan sebagai “Kepala Daerah Pengendali Inflasi Terbaik” menurut Gubernur Bank Indonesia.

Sayangnya, persoalan inti terkait harmonisasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan moneter yang jadi domain Presiden sebagai kepala negara luput dalam debat semalam, tulis Yanuar.(dw/ rizky.elrizky.net)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL