Anies 1Jakarta, LiputanIslam.com — Juru bicara pasangan capres-cawapres Jokowi-JK, Anies Baswedan, menyatakan dalam kampanye pemilihan presiden ini penting untuk bersikap secara dewasa.

Anies menyatakan hal tersebut menyambut Deklarasi Pemilu Berintegritas dan Damai di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan yang dilakukan oleh dua pasangan capres-cawapres yang akan berkompetisi pada pilpres mendatang.

“Penting untuk membedakan lawan dengan musuh. Seperti yang sering saya katakan lawan berdebat adalah teman berpikir, lawan badminton adalah teman berolahraga, jangan sampai ada permusuhan,” ujar Anies di Jakarta, Rabu (5/6/2014).

Jubir pasangan nomor urut dua itu menambahkan, “Sehingga jangan sampai muncul terminologi mengibaratkan pemilu sebagai sebuah perang.

Perang sifatnya saling menghabisi. Baiknya adalah lawan dalam pemilu harus dianggap sebagai teman membangun bangsa.” Anies juga mengatakan bahwa suasana lawan pemilu sebagai teman membangun bangsa harus terus diciptakan.

“Setelah 9 Juli nanti kita sama-sama akan bicara untuk Indonesia yang lebih baik,” ujar penggagas Gerakan Indonesia Mengajar ini.

Pernyataan Anies selaku Jubir Jokowi-JK, didukung oleh pengamat politik dari Lembaga Survei Indonesia, Burhanuddin Muhtadi.

Bagi Burhan terminologi perang dalam pemilu yang diserukan oleh salah satu kubu sangat berbahaya.

“Pemilihan diksi dapat menimbulkan gelombang penafsiran yang berbeda-beda. Kalau pemilihan diksi cenderung provokatif maka tak ada bedanya dengan perang kata-kata,” ujar Burhan.

Ia menambahkan, “Jangan pernah remehkan kata-kata, Napoleon saja pernah mengatakan ia lebih takut pada kata-kata daripada moncong senjata, jadi harus berhati-hati menggunakan kata-kata dalam kampanye,” tukas pengamat politik ini.

Setelah Deklarasi Pemilu Berintegritas dan Damai di Hotel Bidakara sendiri para pasangan capres-cawapres akan memulai kampanyenya pada 4 Juni sampai 5 Juli 2014.

Pasangan Jokowi-JK sendiri memilih Papua sebagai tempat perdana untuk berkampanye. Charles Mekiansyah, Ketua Media Center Partai Nasdem-salah satu partai koalisi penyokong Jokowi – menjelaskan alasan dipilihnya Papua sebagai lokasi kampanye perdana.

“Presiden terpilih nantinya memimpin Indonesia dari Sabang sampai Merauke,” ujar Charles.

Sebelumnya marak diberitakan bahwa Ketua Majelis Pertimbangan Pusat PAN Amien Rais yang merupakan pendukung pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa mengatakan pihaknya akan menggunakan mental Perang Badar dalam menghadapi pemilu presiden ini. 

Amien menyebut perjuangan prajurit dalam Perang Badar adalah ikhlas membela kehormatan diri dan Tanah Air. Menurut dia kemenangan dapat digenggam dalam Perang Badar. (ba/tribunnews.com)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL