Foto: www.baratamedia.com

Foto: www.baratamedia.com

Jakarta, LiputanIslam.com – Menghadapi Pilpres mendatang yang diikuti oleh dua kandidat capres cawapres, beberapa partai politik di Indonesia mengalami perpecahan. Sebut saja PKB, meski secara resmi berkoalisi dengan PDIP mengusung Jokowi-JK, namun tokoh partai yang berbasis masa NU tersebut banyak yang menyeberang ke pasangan Prabowo –Hatta, seperti Rhoma Irama dan Mahfud MD.

Lalu, perpecahan terjadi di dalam tubuh Partai Golkar. Ical membawa partainya berlabuh pada pasangan Prabowo-Hatta, yang ternyata tidak diamini oleh tokoh-tokoh muda Golkar dan mereka memilih bergabung ke pasangan Jokowi-JK.

Dan kini giliran Partai Demokrat yang terbelah. Secara terbuka anggota Dewan Kehormatan Partai Demokrat (PD) Suaidi Marasabessy menyatakan mendukung capres PDIP Joko Widodo dan cawapres Jusuf Kalla. Suaidi bahkan membawa-bawa nurani saat menegaskan dukungan ke Jokowi-JK.

“Saya, sesuai hati nurani saya, mendukung Jokowi-JK,” kata Suaidi saat dihubungi Detik.com, Kamis (22/5/2014).

Pernyataan Suaidi ini langsung membuat pendukung Prabowo-Hatta di internal PD kebakaran jenggot. Adalah anggota Wanbin PD Ahmad Mubarok yang menuding Suaidi salah menerjemahkan bahasa tubuh SBY soal capres yang pantas didukung kader PD.

“Mungkin Pak Suaidi salah tafsir terhadap Pak SBY. Dikira Pak SBY nggak suka Prabowo soal penyitaan aset asing itu (pernyataan di situs Youtube-red). Padahal Prabowo sudah membantah,” tutur Anggota Dewan Pembina PD Ahmad Mubarok saat dihubungi, Kamis (22/5/2014)

Mubarok pun menilai PD cenderung bakal mendukung Prabowo-Hatta. “Demokrat justru cenderung ke Prabowo. Karena dari Rapimnas tidak satupun suara ke Jokowi,” ungkap Mubarok.

Lalu ke mana mayoritas kader PD bakal merapat? (ba/LiputanIslam.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL