RS INdonesiaOleh: dr. Anwas, Relawan Mer-c., Pinrang Sulawesi Selatan

“ …Kami lihat rumah sakit ini cantik berbentuk segi 8, secantik hati rakyat Indonesia yang telah bersungguh-sungguh dalam membantu saudara-saudaranya di Gaza Palestina. Dengan segenap kesungguhan kita bersama, Insya Allah akan menjadi wasilah dan penyebab tercapainya pembebasan Masjidil Aqsha dan kemerdekaan Palestina,” ujar dr. Bassim Naim, Mantan Menteri Kesehatan Palestina di Gaza.

Hari Kamis, 24 Desember 2015 boleh jadi akan menjadi bagian penting dalam cerita kenangan hubungan persaudaraan rakyat Indonesia Palestina. Kelak suatu ketika oleh generasi yang datang kemudian menjadikan fragmen ini menjadi kisah manis yang dituturkan dengan bangga dan rasa kagum. Sebuah monumen berwujud rumah sakit yang menjadi persembahan berharga rakyat Indonesia , hari itu mulai bekerja yang ditandai dengan operasi bedah pasien perdana di Rumah Sakit Indonesia di Gaza.

Inilah mimpi yang menjadi kenyataan, dalam proses panjang dan berliku dengan segala suka duka yang turut bersamanya, Inilah hebatnya, sebab Rumah Sakit yang menelan biaya tak sedikit ini murni lahir dari rahim kemurahan hati rakyat Indonesia. Bukan dari pihak pemerintah juga bantuan negara lain.

Terkenang sekian tahun yang lalu, di penghujung tahun 2008 dan awal tahun 2009, di sini, saat itu hujan turun berderai-derai, nun di Jalur Gaza Palestina sana, pun hujan sedang turun, tapi oleh peluru dan bom curah yang dihamburkan agresor israel. Tak pelak kekejaman tak terperi itu membuat ribuan warga Palestina menjadi syahid dan ribuan lagi menanggung cidera.

Dan sore itu datang bersilaturrahim beberapa orang anak muda ke tempat kami di klinik MER-C Sorong Papua Barat, membawa gelegak amarahnya juga rasa dukanya atas apa yang terjadi di Gaza itu, yang gayung bersambut akhirnya sepakatlah kami termasuk ketua MUI Kab. Sorong untuk meramu kegiatan dari mesjid ke mesjid dan pesantren bahkan sampai ke pelosok. Akhirnya berkelilinglah kami ke beberapa mesjid, dari Aimas hingga Salawati, dengan memutar film perlawanan anak-anak palestina yang menghadang tank dengan batu, Faris Auda. Orasi dan pembacaan puisi dan juga doa bersama. Kami menyaksikan rasa persaudaran yang begitu hebat, walau berjeda jarak yang begitu jauh, rupa tak kenal juga, tapi tetap hati lembut bertaut, dalam haru doa luruh bersama air mata yang jatuh.

Lalu dengan tulus tanpa sungkan, terkumpullah lembar-lembar rupiah yang lusuh, dari warga dan para santri, datang dari siswa yang mengumpulkan sebagian uang jajannya, bahkan ada remaja mesjid yang mengetuk dari pintu ke pintu rumah rumah warga SP transmigrasi di Aimas yang kemudian menitipkan tanda pedulinya kepada kami. Mereka memang tak mampu memberi banyak dalam jumlah , sebab faktanya mereka umumnya juga hidup dalam kesederhaaan bahkan juga kekurangan, tapi mereka adalah orang-orang yang hidup mewah dengan rasa peduli dan welas asih. Dan ini hanyalah sebuah kutipan cerita kecil dari sekian banyak fakta mengharukan rakyat Indonesia yang bersigap mengambil bagian dalam sejarah.

Pada akhirnya bertahun kemudian, mungkin awalnya kita tak pernah berpikir, seperti apa wujud bantuan mereka sampai ke tangan anak-anak Palestina, hingga Allah berkenan melapangkan jalan hingga hadirlah sebuah kado terindah, sebagai bukti silaturrahim Indonesia-Palestina. Rumah Sakit Indonesia, di Bayt Lahiya, Gaza Palestina.

Sejarah selalu rapi mencatat kisah-kisah persaudaraan yang hebat, layaknya Anshar dan Muhajirin. Maka setiap mata yang melihat bangunan ini, akan menjadi saksi, menjadi pelajaran moral yang menetes dari generasi ke generasi, bertutur sebagai sebuah cerita kemanusiaan yang menyentuh. Kelak ketika Palestina berjaya, anak-anak mereka akan membaca ulang sebuah potongan sejarah yang menuntun wajah mereka menoleh ke timur jauh sambil bergumam senyum dan tetes haru terimakasih.

Semoga semua pihak yang mengambil peran dalam proyek akhirat ini, besar ataupun kecil, MER-C dan rakyat Indonesia dari barat hingga ke timur, oleh Allah yang Maha Rahman, dicatatkan sebagai amal jariah yang terus bertambah kemuliaannya. Dimasukkan sebagai ahli Surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai yang indah. Aamiin..

“Terima kasih rakyat Indonesia. Wahai rakyat Gaza Palestina yang tercinta, jangan pernah bersedih karena di belakang kalian ada rakyat Indonesia,” ucap Ismail Haniya, PM Palestina.

Artikel ini disalin dari Facebook.

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL