Hasan-Nasrallah-2Oleh: Abu Bahesyti

Bashar al-Assad, sejak awal pemberontakan di Suriah meletus pada tahun 2011, ia berkali-kali memperingatkan komplotan Zionis Internasional – yang mendukung para pemberontak. Assad berkata, bahwa kelak, teroris-teroris yang mereka dukung, akan menjadi bumerang. (Baca: Wawancara dengan Jurnalis Senior Suriah: Mereka Datang untuk Membunuh Rakyat Suriah). Ternyata, peringatan Assad lambat laun menjadi kenyataan.  (Baca: Prediksi Assad Terbukti Benar)

Begitu pula halnya dengan Sayyid Hasan Nasrallah (SHN). Ia bukan nabi, bukan pula seorang santa. Dia seorang ulama, pejuang (muqâwim) yang tulus dan merdeka serta cerdas. Dan dari tiga unsur ini, seringkali ucapannya benar, baik tentang peristiwa yang sudah terjadi (dilakukannya) atau yang akan terjadi (dilakukannya), sehingga musuh utamanya, rezim Zionist, justru selalu mendengarkan dengan seksama apa yang diucapkannya, menjadikannya pertimbangan dasar bagi langkah-langkah mereka.

Lebih dari itu, rakyat Israel lebih percaya pada ucapan SHN dari pada ucapan para pemimpin pemerintah mereka. Meski menganggap Hizbullah adalah teroris, namun orang Israel meyakini, kata-kata  SHN akan menjadi kenyataan. Tak heran ketika SHN melontarkan ancaman kepada Israel, warga Israel benar-benar ketakutan, meski para pemimpin Israel selalu membanggakan kekuatan militernya.

Banyak bukti dari kebenaran ucapan sekjen Hizbullah ini tentang berbagai peristiwa yang berkaitan dengan peta politik dan kekuatan di Timur Tengah. Dalam tulisan ini, saya akan bawakan dua bukti dari kebenaran itu;

Pertama, sekitar tiga tahun lalu setelah gelombang protes di Suriah berubah menjadi konflik fisik dan senjata, SHN pernah memperingatkan pihak-pihak yang terlibat dalam upaya menggulingkan Bashar al-Assad, agar tidak terjebak dalam sebuah kubangan perang saudara yang berkepanjangan.

SHN menyadari, bahwa perang tersebut diciptakan oleh agen-agen intelejen Amerika Serikat yang bekerja sama dengan beberapa rezim Arab dan Turki, sehingga mereka sulit untuk keluar dari konflik tersebut.

SHN melanjutkan dalam ceramahnya, dan menyatakan bahwa para pembenci Assad dari kelompok  “Islami“ akan didatangkan dari berbagai pelosok dunia ke Suriah. Waktu itu, banyak dari pengamat politik dan media Arab tidak mempercayai ucapan SHN. Mereka bahkan mencibir dan menganggapnya sebagai bentuk dukungan terhadap Assad.

Akhirnya, konflik di Suriah terus berlanjut, para petempur dari berbagai pelosok dunia tiba; dari Negara-negara Arab, Eropa, Asia Tengah dan Asia Tenggara, dalam jumlah yang banyak, dan mereka lebih kuat dibandingkan dengan kekuatan para oposisi yang dianggap “moderat“, seperti FSA. Melihat kenyataan ini, para pengamat politik dan media Arab yang anti-pemerintah Suriah, menganggap kecil jumlah para petempur itu sambil berupaya memberikan pembenaran atas kedatangan mereka untuk bertempur di bumi Syam. (Baca: Saat Teroris Kocar-Kacir di Suriah)

Memasuki tahun keempat, pemerintah dengan kekuatan militernya masih solid dan kuat serta berada di atas angin dalam menghadapi para petempur yang multinasional. Di saat yang sama, pemerintah-pemerintah yang mendukung para oposisi dari negara-negara Arab dan Barat mulai terancam dengan para petempur, yang semula mereka datangkan ke Suriah, jika kembali ke negeri mereka. Para pemerintah yang mendukung oposisi mulai lepas tangan dari para petempur “Islami“ dan siap menangkap mereka jika kembali.

Benar apa yang diucapkan SHN. Akhirnya kita melihat sendiri, para petempur dari kalangan aktivis “Islami“ masuk dalam kubang hitam dan gelap. Mereka bertempur dan saling membunuh sesama mereka sendiri. (Baca: Saudi vs Saudi, di Suriah)

Kedua, sekitar dua bulan yang lalu, kembali SHN angkat suara untuk menyampaikan pengamatan politiknya. Dia mengatakan bahwa pemerintah Suriah masih kuat karena dukungan dari sekutu-sekutunya yang solid. Sedangkan pihak-pihak yang semula mendukung dan mendanai para petempur itu akan datang kepada pemerintah Suriah untuk meminta maaf dan meminta darinya untuk membantu mereka dalam menghadapi para petempur itu.

Prediksi SHN ini belum terbukti sepenuhnya, tapi dengan melihat perkembangan konflik di Irak dewasa ini, ucapannya itu hampir dipastikan akan terjadi. Sejak beberapa hari ini, setelah ISIS menunjukkan aksinya yang kejam dan sadis terhadap semua kalangan yang berseberangan dengannya, negara-negara Barat (Amerika, Prancis dan Jerman) bersama Arab Saudi akan menggelar konferensi internasional guna menghadap ISIS.

Semuanya telah mengetahui dengan jelas bahwa ISIS telah eksis sejak tahun lalu di Suriah dan telah melakukan tindakan-tindakan yang kejam. Sekarang ISIS menjadi ancaman dunia global, dan dunia bersatu menghadapinya. Menteri Pertahanan Amerika Serikat, sebagaimana dilansir oleh alarabiya.net, menyatakan bahwa Amerika dapat mengalahkan ISIS setelah menyelesaikan konflik di Suriah. Kerjasama dua negara ini telah dimulai dalam menghancurkan pos-pos ISIS di Raqqa,bagian utara Suriah.

Akhirnya, mau tak mau, baik kawan atapun lawan SHN, harus mengakui bahwa, segenap analisa dan prediksinya, ternyata terbukti benar.

—————————-

Redaksi menerima sumbangan tulisan untuk rubrik Opini. Silahkan kirimkan ke redaksi@liputanislam.com

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL