wanitaOleh: Abdilah Husain

Percayakah Anda, jika saya katakan bahwa perempuan adalah kaum elit? Mengapa saya katakan demikian – karena sejarah mencatat bahwa kaum perempuan inilah salah satu elemen penting pembangkit peradaban manusia.

Menurut para psikolog, perempuan lebih sabar  dan tabah dalam mengandalikan nafsunya. Secara filosofi, perempuan pada dasarnya mampu melakukan sesuatu yang dia inginkan, namun bagaimanapun tangguhnya, tetap saja, perempuan membutuhkan laki-laki.

Karenanya, baik laki-laki dan perempuan dijamin hak-haknya di dalam Islam, dan tidak ada diskriminasi. Namun dalam konteks kepemimpinan – layakkah seorang wanita menjadi pemimpin?

Kelebihan lelaki atas perempuan dituturkan oleh Zamarkhsyari, seorang pemikir Mu’tazilah. Dia mengatakan, bahwa kelebihan laki-laki adalah akal(aqli), ketegasan(al-hazm), tekad yang kuat (al-‘azm), kekuatan (al-quwwah), secara umum memiliki kekuatan menulis (al-kitabah), dan keberanian (al-furusiyah).

Ibn Katsir, ulama tafsir klasik juga berpendapat tentang kelebihan laki-laki atas perempuan yang mempengaruhi keabsahan kepemimpin perempuan. Dia mengatakan bahwa laki-laki adalahpemimpin perempuan, dan laki-laki sebagai pembesar, hakim, pendidik perempuan jika perempuan menyimpang.

Agama Islam adalah agama yang benar di sisi Allah( 3:19) sangat peduli terhadap kesejahteraan kaum perempuan dan menghargai sifat mereka. Dalam pandangan Muthahari, seorang filsuf, dikatakan bahwa Islam tidak menyakini satu jenis hak, satu jenis kewajiban, dan satu jenis hukuman bagi kaum lelaki dan kaum perempuan dalam segala hal. Islam memandang satu perangkat hak dan kewajiban serta hukuman lebih cocok bagi laki dan satu perangkat hak dan kewajiban serta hukuman lebih cocok bagi laki-laki dan satu perangkat lain-nya lebih sesuai bagi perempuan.

Alhasil, dalam beberapa hal Islam mengambil sikap sama sehubungan dengan perempuan dan laki-laki, dan dalam hal-hal lain Islam mengambil sikap yang berbeda-beda. Oleh Muthahari, hk-hak perempuan dibagi menjadi empat bagian, yaitu:

1)  hak-hak sosial

2)  hak-hak keagamaan

3)  hak-hak politik

4)  hak-hak ekonomi.

Dalam bidang sosial, kaum perempuan dapat melakukan peran mereka dengan leluasa. Yang dimaksud dengan hak-hak sosial disini adalah hak-hak kaum perempuan untuk melaksanakan berbagai aktivitas, pekerjaan, dan profesi  yang bermanfaat bagi masyarakatnya, baik dalam aspek duniawi maupun ukhrawi.

Agama tidak melarang kaum hawa ikut serta dalam berpolitik. Agama mengakui betapa pentingnya kaum perempuan dalam dunia politik, karena itu mereka diberikan kebebasan —  yang mencerminkan status mereka yang bermartabat, terhormat, dan mulia dalam agama.

Diantara hak-hak politik yang diberikan oleh agama Islam adalah hak untuk berbicara dengan mengeluarkan pendapat. Seperti yang dicantumkan dalam Kitabullah. Namun saat ini, sudahkah kebebasan itu didapatkan secara penuh?

Ada kelompok utama yang melarang perempuan untuk menjadi pengusa, yaitu hadist yang diriwayatkan Imam Bukhari.  Hadist ini oleh jumhur ulama dipahami berdasarkan keumuman lafazh.

Syaikh Muhammad Ghazali, ulama yang sangat popular dan terkenal di Mesir, mendukung pendapat jumhur ulama tersebut. Namun di sisi lain, dalam al-Quran disebutkan tentang keberhasilan Ratu Balqis, penguasa negeri Saba’ dalam memimpin masyarakatnya, meskipun dia perempuan.

Dan perempuan-perempuan lain yang pernah memimpin negara, juga kita temukan di abad modern ini.  Misalnya, Golda Meir di Israel, Indira Gandhi di India dan Margaret Thatcher di Inggris.

Mengapa perempuan harus terjun ke dunia politik? Alasannya, agar mereka tampil memperjuangkan kepentingan perempuan pada khusunya dan kepentingan masyarakat pada umumnya.

Indonesia,  52% dari jumlah penduduk adalah perempuan. Sehingga jika mengabaikan perempuan dalam pembuatan keputusan politik sama artinya dengan mengabaikan mayoritas penduduk Indonesia dari proses politik. Tentunya kita pernah mendengar bahwa perempuan adalah pilar bangsa, yang diyakini bahwa jika perempuan rusak, maka rusaklah bangsa tersebut.

——————–

Redaksi menerima sumbangan tulisan untuk rubrik Opini. Silahkan kirimkan ke redaksi@liputanislam.com

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL